Aussie Klaim 16 Mahasiswa Uncen Dibunuh Aparat

Aussie Klaim 16 Mahasiswa Uncen Dibunuh Aparat

- detikNews
Sabtu, 25 Mar 2006 20:14 WIB
Jakarta - Australia terus memanfaatkan isu pelanggaran HAM di Papua sebagai komoditas politiknya. Sejumlah senator di Aussie mengklaim telah telah terjadi pembunuhan terhadap 16 mahasiswa Universitas Cendrawasih (Uncen) oleh aparat keamanan RI.Klaim itu didasarkan sejumlah sumbernya yang berasal dari LSM Papua yang memantau HAM. Sejumlah senator itu ngotot terhadap kebenaran kabar itu meski tidak mempunyai bukti."Saya mendapat informasi dari aktivis Papua bahwa 16 mayat mahasiswa telah ditemukan di hutan dekat Uncen dimana sebelumnya 4 aparat tewas dekat lokasi itu. Informasi ini juga didukung oleh LSM lainnya," kata senator Natasha Stott Despoja seperti dikutip dari The Australian, Sabtu (25/3/2006).Laporan ini datang di tengah-tengah ketegangan antara RI dan Aussie, setelah Aussie memberikan visa sementara kepada 42 warga Papua yang meminta suaka politik dengan mengklaim terjadi pembunuhan massal di Papua.Dikatakan Despoja, RI mendukung penempatan aparat di sejumlah tempat yang dianggap tempat separatis untuk meredam penolakan terhadap PT Freeport, dan juga untuk meredakan kekerasan pasca peristiwa Abepura.Sementara, sejumlah analisis Aussie menilai keputusan memberikan suaka politik menegangkan kedua negara dan memperluas gerakan pro kemerdekaan bagi Papua. (ary/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads