Pilkada Sragen, Pasangan PDIP-Golkar Unggul

Pilkada Sragen, Pasangan PDIP-Golkar Unggul

- detikNews
Sabtu, 25 Mar 2006 17:27 WIB
Sragen - Hari ini Sabtu, (25/3/2006) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah menggelar Pilkada yang diikuti dua pasang calon. Hasil perhitungan cepat KPUD Sragen menunjukkan, perolehan suara Untung Wiyono - Agus Fatchurrahman (calon PDIP-Golkar) jauh meninggalkan pasangan Inggus Subaryanto - Mahmudi Tohpati (calon dari PD - PAN - PPP).Perhitungan cepat itu dilakukan KPUD dengan melibatkan Orari, Rappi dan tim dari Pemkab Sragen yang ditempatkan di setiap TPS di seluruh Kabupaten Sragen yang berjumlah 1345 buah. Sragen terdiri dari 208 desa/kelurahan yang terbagi dalam 20 kecamatan. Jumlah hak pilih mencapai 675.853 suara.Perhitungan cepat hingga Pukul 16.30 WIB menunjukkan pasangan Untung - Agus telah memperoleh 237.985 suara (87% suara yang masuk), sedangkan Inggus - Mahmudi baru memperoleh 34.445 suara (13%). Data itu didapat dari 831 TPS yang telah mengirimkan data penghitungan suara.Popularitas Untung - Agus cukup membantu pendulangan suara mengingat pasangan itu masih menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati di Sragen. Agus adalah Ketua DPD Partai Golkar Sragen. Sedangkan Inggus (Ketua DPC Partai Demokrat Sragen) dan Mahmudi (Sekretaris DPD PAN Sragen) kurang begitu dikenal publik.Sragen paling akhir menggelar Pilkada, dibanding daerah lainnya di Surakarta. Hal ini mengingat pada periode sebelumnya pelantikan Untung - Agus sempat tertunda hampir satu tahun karena Untung terbelit kasus dugaan ijasah SMA palsu.Tingginya GolputPilkada Sragen kali ini juga dihantui bayang-bayang tingginya angka golput. Sejak awal banyak warga apatis dengan Pilkada mengingat pasangan yang bertarung dinilai kurang berimbang. Selain itu banyak pula warga di kabupaten yang berbatasan dengan Jawa Timur itu berada di luar daerah untuk bekerja.Beberapa bulan menjelang Pilkada gabungan ormas dan LSM di Sragen juga gencar melakukan aksi untuk penundaan Pilkada karena dua calon dari masing-masing pasangan dianggap bermasalah dan melakukan kebohongan.Selain menyatakan tidak akan menggunakan hak pilih, mereka juga melaporkan Untung dan Mahmudi ke polisi karena diduga memalsukan ijasah. Untung dilaporkan memalsukan ijasah sarjana hukum, sedangkan Mahmudi dilaporkan memalsukan ijasah MAN.Pada hari pelaksanaan Pilkada juga ditemukan sebuah tulisan yang ditempel di pinggir jalan di daerah Banjar Asri, Sragen Wetan, yang berisi ajakan agar merusak kartu suara dengan cara mencoblos kedua gambar pasangan calon. Kertas himbauan itu segera dilepas dan diamankan oleh polisi.Namun salah seorang anggota KPUD Sragen, Fadhil Mansyuruddin, kepada detikcom yakin Pilkada di daerahnya akan berjalan lancar. "Saya yakin lebih dari 70% pemegang hak pilih akan menggunakan suaranya," tandasnya. (jon/)


Berita Terkait