Pemprov DKI Tunggu Keputusan Pusat Soal Perpanjangan PPKM Level 4

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 13:49 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto: Rakha/detikcom)
Jakarta -

PPKM level 4 di Jakarta akan berakhir hari ini. Pemprov DKI menunggu keputusan pemerintah pusat soal perpanjangan PPKM.

"Terkait perpanjangan PPKM, kami masih menunggu keputusan dan kebijakan yang diambil dari pemerintah pusat atau satgas pusat terkait PPKM level 4, apakah akan diperpanjang atau tidak PPKM diperpanjang atau ada revisi," ujar Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kepada wartawan di Meruya Selatan, Jakarta Barat, Minggu (25/7/2021).

Riza mengatakan pemerintah pusat kini tengah menggodok langkah-langkah untuk mengambil keputusan nasib dari PPKM level 4 di Jakarta.

"Karena ke depan apapun yang menjadi keputusan mari kita laksanakan sebaiknya agar kita bisa kurangi penularan COVID-19 dan dapat putus mata rantai penyebaran," kata Riza.

Riza juga mengingatkan warga Jakarta agar tetap di rumah dan menjaga prokes dengan ketat. Dia meminta warga menjaga kebersihan jika terpaksa harus tetap keluar rumah.

"Mari kita tuntaskan PPKM level 4 ini dengan disiplin dan tanggung jawab," ucap Riza.

Lebih lanjut, Riza mengatakan penerapan PPKM level 4 di Jakarta berdampak positif. Dia berharap testing yang semakin tinggi bisa menemukan kasus positif di Jakarta.

"Alhamdulillah kami data dari PPKM Darurat sebelumnya itu cukup baik ada peningkatan kita di Jakarta terus tingkatkan 3 T (testing, tracing, dan treatment) yang tinggi," ujar Riza.

"Mudah-mudahan dari semakin tinggi testing di awal memberikan dampak banyak ketahuan tertular maupun sedang berat atau isoman alhamdulillah angkanya terus menurun," kata Riza.

Riza juga mengimbau kepada perusahaan di sektor esensial dan kritikal tetap memerhatikan pegawainya terutama ibu hamil.

"Sudah kami sampaikan bagi ibu hamil yang bekerja dapat kemudahan keringanan jadi kami minta semua unit-unit usaha atau perkantoran, pabrik apa di sektor esensial, kritikal tetap perhatikan kapasitas sesuai aturan dan jam operasional termasuk perhatikan ibu hamil," jelas Riza.

Sebelumnya Presiden Jokowi pernah menyatakan PPKM akan direlaksasi jika kasus menurun. Jokowi sempat menyampaikan PPKM akan dilonggarkan jika hingga 26 Juli ada penurunan kasus.

"Ini dilakukan untuk menurunkan penularan COVID-19 dan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk pengobatan di rumah sakit. Sehingga tidak membuat lumpuhnya rumah sakit lantaran over kapasitas pasien COVID-19," kata Jokowi dalam jumpa pers yang disiarkan langsung secara langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7).

"Serta agar layanan kesehatan untuk pasien dengan penyakit kritis lainnya tidak terganggu dan terancam nyawanya," sambungnya.

Jokowi menyatakan pemerintah bersyukur, setelah dilaksanakan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021, terlihat dari data bahwa penambahan kasus dan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit mengalami penurunan.

Jokowi menyebut pemerintah selalu memantau dan memahami dinamika di lapangan. Pemerintah, menurutnya, juga mendengar suara-suara masyarakat yang terdampak dari PPKM.

"Karena itu, jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap," ujarnya.

Simak video 'Tak Lagi Penuh, Anies Sebut IGD di DKI Kini Mulai Kosong':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)