Jejak Kasus Picu Kerumunan Selebgram Herlin Kenza hingga Jadi Tersangka

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 12:44 WIB
Selebgram Herlin Kenza saat diamankan polisi terkait kerumunan di Lhokseumawe Aceh (dok Istimewa)
Selebgram Herlin Kenza saat diamankan polisi terkait kerumunan di Lhokseumawe Aceh. (Dok. Istimewa)

Herlin Disangkakan UU Kekarantinaan Kesehatan

Pidana yang menjerat Herlin dan pemilik toko adalah soal Undang-Undang tentang Kekarantinaan Kesehatan. Herlin dinyatakan tidak menaati protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Namun Herlin tidak ditahan polisi karena ancaman hukumannya satu tahun.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, kerumunan masyarakat di toko grosir tersebut melanggar Kekarantinaan Kesehatan dengan mengabaikan protokol kesehatan (prokes), sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 juncto Pasal 55 KUHP," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy kepada wartawan, Sabtu (24/7/2021).

Berikut ini bunyi Pasal 93 dalam UU Kekarantinaan Kesehatan:

Pasal 93
Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

2 Anggota TNI di Lokasi Kerumunan Herlin Dicopot

Dua anggota TNI di Aceh yang berada di lokasi saat Herlin Kenza datang ke toko grosir pada 16 Juli lalu juga kena getahnya. Mereka dicopot dari jabatannya karena tidak melaporkan peristiwa kerumunan tersebut ke pimpinan dan Satgas. Dua anggota TNI itu hadir pada saat itu karena menghadiri undangan pemilik toko untuk menyalurkan bansos.

"Anggota tersebut personel TNI Kodim 0103 Aceh Utara. Kita sudah berikan sanksi berupa dicopot dari jabatan, setelah itu penundaan naik pangkat," kata Komandan Korem 011 Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro kepada wartawan, Sabtu (24/7).

Baskoro menjelaskan, keduanya diduga terlibat dalam kerumunan dan tidak melapor kepada pimpinan serta Satgas. Dia menyebutkan anggota TNI tersebut berada di lokasi karena menghadiri undangan pemilik toko.

Lebih lanjut Baskoro mengatakan anggota TNI tersebut diundang untuk membantu pemilik toko menyalurkan bantuan sosial (bansos). Keduanya disebut tidak menyangka bakal terjadi kerumunan.

"Tapi keduanya tetap kita sanksi karena tidak peka. Seharusnya, apabila terjadi kerumunan, mereka melapor ke Satgas atau ke pimpinan mereka," jelas Baskoro.


Herlin Muncul Usai Jadi Tersangka: Saya Bertanggung Jawab

Selebgram Herlin Kenza kembali muncul di media sosial seusai ditetapkan sebagai tersangka kerumunan di Lhokseumawe, Aceh. Lewat akun Instagramnya, Herlin Kenza mengaku akan bertanggung jawab atas kasus itu.

Di akun Instagram itu Herlin Kenza memposting kontennya di TikTok. Dalam postingan itu, Herlin Kenza terlihat dikelilingi oleh sejumlah body guard-nya.

"Saya warga negara Indonesia yang baik, saya sangat menghormati hukum yang berlaku. Saya bertanggung jawab atas ini," demikian caption pada postingan Instagram Herlin Kenza @herlinkenza, Sabtu (24/7/2021).

Masih lewat akum Instagramnya, Herlin Kenza mengaku bersikap kooperatif mulai dari pemeriksaan sebagai saksi. Herlin Kenza juga mengaku kooperatif ketika akhirnya ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar PPKM.

"Saya sanggat kooperatif mulai pemeriksaan sebagai saksi sampai dengan tersangka yang katanya saya melanggar PPKM," ucapnya.

Herlin Kenza mengaku saat ini dalam kondisi baik-baik saja. Dia berterima kasih atas support dari fans dan kerabatnya terkait kasus yang menjeratnya.

"Saat ini baik-baik saja. Untuk para fans & kerabat yang sudah men-support saya. Terima kasih banyak," ujarnya.


(yld/gbr)