Round-Up

Cerita Rumah Penghafal Al-Qur'an Ditembok Wakil Rakyat hingga Dibongkar

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 06:33 WIB
Tembok yang menutup pintu belakang rumah penghafal Al-Quran (tahfiz) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya dibongkar. (dok Istimewa)
Foto: Tembok yang menutup pintu belakang rumah penghafal Al-Qur'an (tahfiz) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya dibongkar. (dok Istimewa)
Makassar -

Kesal dengan santri rumah penghafal Al-Qur'an (tahfiz) membuat Amiruddin seorang anggota DPRD F-PAN Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) menutup akses pintu belakang rumah tahfiz itu dengan tembok. Alasan Amiruddin membuat tembok itu lantaran kesal karena masalah kebersihan.

Rumah Amiruddin diketahui bersebelahan dengan Rumah Tahfiz Nurul Jihad di Jalan Ance Deng Ngoyo Lr 5, RT/RW V, Kelurahan Masale, Kota Makassar. Pintu belakang rumah tahfiz ini mulai ditembok Amiruddin pada Kamis (22/7).

Amiruddin membantah isu yang menyatakan dia menembok rumah tahfiz itu karena terganggu suara ngaji. Dia menegaskan itu tidak benar.

"Saya sama sekali tidak terima itu (isu tembok rumah tahfiz karena ribut mengaji). Hanya, saya ini hanya sampahnya ini yang saya keberatan," kata Amiruddin saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (24/7).

Menurut Amiruddin, awalnya ada warga pemilik rumah meminta izin kepadanya membuat pintu agar dapat memasukkan bahan material ke dalam rumah. Kemudian berjanji menutup pintu itu setelah urusannya selesai.

"Lalu dia berjanji setelah selesai rumah saya saya tutup kembali. Tapi sampai ada masalah dia tidak tutup, itu saja. Kemudian itu rumah ada akses jalan lain, bukan itu aksesnya ya dia. Saya punya akses di situ karena rumahku di situ, akses perumahan," terangnya.

"Jadi itu tahfiz tidak pernah lewat di situ, bukan (jalur utama), ndak pernah lewat situ. Hanya, itu pintu dijadikan tempat pembuangan sampah kepada saya. Nah, ada jalannya dibuka," lanjut Amiruddin.

Dia juga membantah adanya larangan dari pihak RW untuk menembok rumah itu. Dia mengaku pihak kelurahan, kecamatan, hingga RT/RW setempat tidak pernah sama sekali menghubunginya. Dia pun berjanji akan membongkar tembok itu setelah dia melakukan klarifikasi ke sejumlah pihak.

Amiruddin menegaskan dia membuat tembok itu karena tempat itu sering dijadikan pembuangan sampah. Sesekali, lanjut dia, tempat itu dijadikan untuk menjemur pakaian.

"Saya mau mediasi, saya siap bongkar, tapi saya mau klarifikasi bahwa itu yang saya tutup bukan jalan akses tahfiz, karena memang ada jalannya ke depan. itu mi saya keberatan karena dia sering buang sampah, jemur pakaian, kasur di pagar saya. Hanya saya tidak bisa, karena tidak ada bukti," ucapnya.

Selanjutnya peristiwa pembongkaran >>>

Simak video 'Tembok Rumah Tahfiz di Sulsel Dibongkar, Camat: Masuk ke Dalam Fasum':

[Gambas:Video 20detik]