Stok Beras Juni-Agustus Capai 9 Juta Ton, Mentan: Semua Gudang Penuh

Angga Laraspati - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 16:35 WIB
Kementan
Foto: dok. Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengunjungi penggilingan padi atau rice milling unit milik Menata Citra Selaras (MCS) yang ada di Cibitung, Bekasi. Peninjauan ini dilakukan setelah memonitor penanaman padi dan panen di Kabupaten Bekasi bersama Bupati Bekasi dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI.

"Peninjauan ini juga menjadi rangkaian implementasi arahan Bapak Presiden, agar menteri-menteri turun ke lapangan, validasi data dan neraca yang ada untuk memastikan pangan masyarakat dalam kondisi yang aman" ungkap Syahrul dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/7/2021).

Kunjungan ke Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, lanjutnya sekaligus membuktikan stok pangan terutama beras nasional dalam kondisi yang sangat baik. Hal ini diperkuat dengan laporan Bupati Bekasi yang disampaikan padanya.

Ia memastikan kabupaten yang lokasinya berdekatan dengan Ibu Kota Jakarta ini telah menyerap hasil panen petani dengan baik bahkan harga gabah mampu diserap di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

"Pada prinsipnya data kita menunjukkan kondisi yang sangat baik, artinya Juni-Agustus ini kita masih punya stok beras sekitar 9 juta ton, dan hari ini saya pastikan dengan melakukan panen hingga ke tempat penggilingan padi yang ada, musim tanam pertama sudah kita lewati dan hasilnya maksimal, semua gudang penyimpanan penuh, dan Pak Presiden minta kita untuk memperhatikan stabilisasi harga termasuk harga ditingkat petani," jelas Syahrul

Senada, Direktur Operasional RMU MCS Yogi mengatakan pihaknya telah menerima dan terus menyerap gabah petani dari sejumlah daerah di Indonesia. Selain jumlahnya yang melimpah, ia mengaku pihaknya telah menyerap gabah petani dengan harga sesuai atau di atas HPP.

"Betul apa yang dikatakan Pak Menteri, kami menerima gabah mulai dari Palembang hingga wilayah-wilayah di Jawa Timur, dan sepanjang tahun ini ketersediaannya cukup melimpah, sampai Bulan ini juga cukup melimpah, dengan harga yang cukup baik dan stabil, minimal kita serap gabah basah itu di angka Rp. 4.500 bahkan pernah hingga Rp. 5.000, sehingga petani cukup nyaman untuk bekerja," tutur Yogi

Ia juga mengakui pandemi COVID-19 sedikit memberi dampak pada dunia usaha, termasuk usahanya di bidang pertanian. Tetapi ia menekankan hal itu tidak mempengaruhi aktivitas petani untuk berproduksi. Terbukti sepanjang tahun 2021 ini pihaknya mampu menyerap 180 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hari.

"Memang dengan Corona ini tentu ada slow down ya, tetapi memang semua bidang usaha mengalami hal ini, hanya saja Alhamdulillah, produksi tidak ada masalah, kestabilan harga dan penjualan bisa terpenuhi tahun ini, dan kami siap support pemerintah baik dari penyerapan hingga memenuhi kebutuhan pokok masyarakat," ucapnya.

(prf/ega)