Guru Besar UI Cium Bau Busuk Revisi Statuta

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 15:53 WIB
Ilustrasi Kampus UI, Depok
Ilustrasi (Grandyos Zafna/detikcom)

Manneke memaparkan, hingga Juni 2020, pihak eksekutif dan MWA masih belum mengajukan draf revisi. Dari empat organ, hanya dua draf organ saja yang digunakan untuk pembahasan Statuta UI.

"Perlu dicatat, sampai Juni ketika kemudian yang PP terjadi dan proses berhenti yang melibatkan empat organ, eksekutif dan MWA tidak punya draf sama sekali, tidak mengajukan draf apa-apa, jadi hanya dua draf dari dua organ inilah yang dipakai sebagai pembahasan perubahan statuta oleh empat organ di UI," kata Manneke

Empat organ yang dimaksud adalah Majelis Wali Amanat (MWA), Dewan Guru Besar (DGB), Rektorat, serta Senat Akademi.

Manneke menyampaikan Rektor mengeluarkan SK yang berlaku selama dua bulan yang diterbitkan pada Maret 2020. Dia melihat tim yang terbentuk dari SK tersebut seperti berada di bawah tekanan untuk segera menyelesaikan revisi.

"Keganjilan ketiga, gabungan organ mulai rapat, tetapi eksekutif dan MWA tidak memiliki atau mengajukan draf apa pun. SK Rektor untuk tim revisi statuta terbit 27 Maret (2020). Berlaku sampai 29 Mei saja. Jadi sudah lihat ya dari jangka waktu SK ini, tim itu di bawah tekanan untuk menyelesaikannya secepat mungkin," paparnya.

Hingga akhirnya pada 26 Juni muncul rancangan PP yang akan dibahas lebih lanjut. Rancangan PP tersebut, kata Manneke, sudah cukup besar dan bisa diajukan ke Kementerian.

"Tapi rancangan PP ini adalah sudah suatu hasil yang besar, maka itu disepakati sudah bisa dilanjutkan ke Kementerian," ucapnya.

Namun SK yang sebelumnya dikeluarkan Rektor sudah habis masa berlakunya. Kemudian muncullah SK baru pada akhir September 2020, yang berlaku satu bulan dengan komposisi anggota tim yang berubah meski empat organ masih ada.

Pada 11 September 2020, muncul surat dari MWA kepada Rektor mengusulkan masukan-masukan perubahan. Namun sayangnya, tidak ditembuskan ke dua organ lain yang seharusnya berada dalam tim revisi.

Keganjilan berikutnya: