Presiden Chirac Jadi Bulan-bulanan Media Inggris

Presiden Chirac Jadi Bulan-bulanan Media Inggris

- detikNews
Sabtu, 25 Mar 2006 11:41 WIB
London - Presiden Prancis Jacques Chirac jadi bulan-bulanan media Inggris. Gara-garanya, pemimpin negara besar Eropa itu meninggalkan ruang sidang (walk out/WO) ketika seorang pengusaha Prancis sedang berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa.Chirac bersama dua menteri senior Prancis melakukan WO karena kesal dengan Ketua UNICE (federasi pengusaha Eropa) Ernest-Antoine Seilliere, yang berpidato dalam bahasa Inggris. Padahal Seilliere adalah orang Prancis.Chirac mengaku syok melihat pengusaha Prancis itu berpidato dalam bahasa Inggris. Ketika Seilliere baru memulai pidatonya di depan 25 pemimpin Uni Eropa, Chirac menginterupsi dan bertanya kenapa dia bicara dalam bahasa Inggris. "Saya akan berbicara dalam bahasa Inggris karena ini bahasa bisnis," jawab Seilliere.Mendengar itu, tanpa basa-basi, Chirac langsung berdiri dan meninggalkan ruangan. Para peserta sidang hanya bisa terbelalak menyaksikan pemandangan yang tidak biasa itu.Koran-koran Inggris hari Sabtu (25/3/2006) ini ramai menyindir Chirac atas insiden pada Jumat (24/3/2006) kemarin itu. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (25/3/2006).Misalnya, koran terkemuka The Times dalam kolomnya menulis sindiran: "Pengkhianat itu memprovokasi WO cepat Anda beserta menteri-menteri Anda. Selamat! Kita semua harus mengusir orang yang berbicara dalam bahasa Inggris dan memulangkan bahasa Prancis ke tempat sahnya di Uni Eropa."Harian The Guardian tak mau kalah untuk mengolok-olok Chirac. "Jacques Chirac punya kepandaian khusus untuk menjadi headline dan menimbulkan tawa malu-malu yang melepaskan kebosanan pertemuan uni Eropa. Namun kadang kala ada isu-isu yang sangat serius di baliknya," tulis media tersebut.Senada dengan itu, surat kabar liberal Independent menulis bahwa Chirac "tidak tersentuh oleh krisis terbaru yang mendatangkan bau mobil-mobil terbakar di jalan-jalan Prancis, tapi justru syok atas pidato dalam bahasa Inggris."Prancis saat ini memang tengah dilanda gelombang aksi demo oleh para mahasiswa dan pekerja yang memprotes UU ketenagakerjaan baru negeri itu. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads