5 Arahan Luhut Saat Sebut Kasus Corona Turun tapi Kematian Tinggi

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 08:16 WIB
Poster
Luhut Binsar Pandjaitan (Edi Wahyono/detikcom)

Pekerja Pabrik yang Sakit Segera Di-swab

Luhut mengapresiasi langkah mitigasi yang dilaksanakan oleh salah satu pabrik rokok di Kudus, Jawa Tengah. Dia menilai langkah itu dapat ditiru wilayah lain.

"Mungkin apa yang dilakukan di pabrik itu bisa jadi model, di mana industri sudah jalan dua shift tapi protokol kesehatan tetap dijalankan," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menjelaskan terkait upaya penurunan kasus di kawasan industri. Agus meminta pihak industri wajib melaporkan secara berkala soal penerapan protokol kesehatan.

"Pihak industri saat ini diwajibkan melakukan pelaporan berkala terkait penerapan protokol kesehatan. Perusahaan yang tidak melakukan pelaporan akan dikenai sanksi administrasi," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Luhut meminta pekerja yang sakit segera di-swab. "Saya minta kalau ada yang sakit langsung dites saja. Kalau ada pekerja yang ada indikasi juga, langsung dilakukan pengecekan saja," ucap Luhut.

Perhatian Khusus kepada Pasien Isoman

Luhut menyoroti penanganan pasien Corona saat isolasi mandiri (isoman). Peristiwa pasien Corona meninggal saat isoman saat ini muncul di berbagai daerah.

"Saya kira penanganan pasien yang isolasi mandiri itu perlu diperhatikan karena pada umumnya yang dibawa ke rumah sakit itu sudah pada level yang parah," kata Luhut dalam keterangan tertulis, Jumat (23/7/2021).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, berdasarkan laporan yang diperolehnya melalui kontak telepon dengan beberapa dokter perawat pasien COVID-19, pasien yang dibawa ke RS sudah dalam kondisi parah.

"Pasien yang tidak tertolong itu umumnya masuk RS sudah terlambat, saturasi oksigennya hanya 70 atau 80," kata Budi.

Padahal, masa inkubasi dan masa sakit penderita COVID-19 varian Delta ini relatif cepat. Terkait hal ini, Menkes Budi mengatakan dirinya akan berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk melengkapi fasilitas oximeter.

"Jadi kalau saturasinya masih di atas 94 itu masih aman untuk melakukan isoman di rumah dengan catatan tidak bergejala. Tetapi kalau bergejala dan saturasinya di bawah 94, harus segera dirawat di lokasi isoter atau RS yang memiliki fasilitas alkes dan nakes," jelasnya.

Luhut Minta Panglima TNI Koordinasi Kegiatan Testing-Tracing

Luhut kembali memerintahkan Panglima TNI mengkoordinasikan kegiatan testing dan tracing yang akan dimulai pada pekan depan, Senin (26/7). Kegiatan itu dilakukan di tujuh wilayah aglomerasi se-Jawa dan Bali. Targetnya, minimal pengetesan dan pelacakan dilakukan pada delapan kontak erat per pasien yang dicapai dalam 2 minggu ke depan.

"Kalau bisa, TNI segerakan proses testing agar kita bisa membawa penderita ketika saturasi masih di atas 80 sehingga mereka masih bisa tertolong," pintanya.


(eva/imk)