NasDem Kecam Ajakan Demo 'Jokowi End Game': Jangan Kompor!

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 21:12 WIB
Charles Meikyansyah
Charles Meikyansyah. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Partai NasDem mengecam seruan aksi bertajuk 'Jokowi End Game' yang beredar di media sosial. NasDem mengingatkan bahwa masyarakat saat ini sedang kesulitan. Karena itu, jangan memprovokasi.

"Ayo mari bangsa ini bersatu untuk memerangi COVID-19. Presiden dan jajarannya bekerja sangat keras PPKM darurat dilanjut PPKM level 1-4 punya banyak konsekuensi, akan ada kekurangan di sana-sini. Bukan malah 'kompor' dan mengkompromi demo," kata Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPP NasDem Charles Meikyansah kepada wartawan, Jumat (23/7/2021).

Charles juga memberi pesan tegas untuk pihak-pihak yang mengambil keuntungan di tengah kondisi masyarakat yang serba kesulitan.

"Para politisi, siapa pun dirimu akan berhadapan dengan semua kekuatan bangsa, kalau hanya mau ambil keuntungan di tengah kesulitan sekarang ini," tegas Charles.

Lebih lanjut, anggota DPR RI itu memastikan NasDem akan mendukung segala kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani pandemi Corona. NasDem, sebut Charles, akan tetap bersama Jokowi menghadapi pihak-pihak yang mengambil keuntungan politik.

"Kami dari Partai NasDem akan mendukung segala kebijakan presiden dalam melindungi rakyatnya menghadapi COVID-19," terang Charles.

"Agenda-agenda politik, boncengi pandemi, apalagi kepentingan jangka pendek, haus kekuasaan dan lain-lain, NasDem akan bersama Presiden Jokowi dan rakyat Indonesia untuk menghadapi," imbuhnya.

Charles mengingatkan tidak boleh ada yang mengambil kesempatan dalam situasi sekarang. Dia menekankan akan pentingnya gotong royong dalam menghadapi pandemi.

"Dalam suasana COVID ini tidak ada kata lain bekerja bersama dan tolong menolong. Bukan mengambil kesempatan di tengah kesulitan ini," pungkasnya.

Seperti diketahui, poster seruan aksi bertajuk 'Jokowi End Game' sebelumnya beredar di media sosial. Aksi massa tersebut rencananya dilakukan pada 24 Juli dengan melakukan long march dari Glodok ke Istana Negara.

Berbagai pihak mengkritik keras ajakan aksi tersebut, salah satunya PPP. PPP menganggap seruan aksi 'Jokowi End Game' untuk turun ke jalan sebagai provokasi tak bertanggung jawab.

"PPP menilai mereka yang mengajak masyarakat untuk demo turun ke jalan di masa pandemi COVID-19 adalah kelompok tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat itu sendiri. Mereka memprovokasi atas nama rakyat tetapi ajakannya membahayakan kesehatan rakyat itu sendiri," kata Waketum PPP Arsul Sani kepada wartawan, Jumat (23/7).

(zak/imk)