Hari Anak Nasional 2021 Diperingati Tiap 23 Juli, Ini Sejarahnya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 15:16 WIB
Hari Anak Nasional 2021 Diperingati Tiap 23 Juli, Ini Sejarah
Hari Anak Nasional 2021 Diperingati Tiap 23 Juli, Ini Sejarah (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Hari Anak Nasional diperingati tiap 23 Juli. Untuk tahun ini, peringatan dilakukan di tengah pandemi COVID-19.

Untuk tahun ini, tema Hari Anak Nasional 2021 yakni 'Anak Terlindungi, Indonesia Maju'. Sementara tagline yang digunakan #AnakPedulidiMasaPandemi

Di balik peringatan Hari Anak Nasional, ada sejarah penting yang harus diketahui. detikcom merangkumkan sejumlah informasinya berikut ini.

Sejarah Hari Anak Nasional 2021

Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984, Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli.

Usul untuk menetapkan Hari Anak Nasional bermula usai disahkannya Undang-Undang No. 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak disahkan pada 23 Juli 1979. Pada 1984, Presiden Soeharto menggagas Hari Anak Nasional untuk ditetapkan sebagai salah satu hari penting.

Saat itu, Soeharto menilai anak-anak merupakan aset kemajuan bangsa sehingga perlu diberi peringatan. Sejak saat itu perayaan anak-anak terus digelar untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang ramah anak.

Peringatan Hari Anak Nasional dimaknai sebagai tanda kepedulian seluruh bangsa terhadap optimalnya tumbuh kembang anak. Pemerintah juga membuat program untuk mendorong keluarga menjadi lembaga pertama dan utama dalam melindungi anak sehingga dapat melahirkan generasi bangsa yang tidak hanya sehat tetapi juga cerdas dan berakhlak mulia.

Pesan Jokowi di Hari Anak Nasional 2021

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan di Hari Anak Nasional 2021. Melalui media sosial Twitter dan Instagram pribadinya, Jokowi mengunggah ilustrasi anak-anak yang sedang berkegiatan di dalam rumah dengan tulisan 'Selamat Hari Anak Nasional. Presiden Joko Widodo'.

"Anak anak Indonesia yang saya sayangi. Saya tahu, hari-hari dalam setahun ini, kalian lebih sering berkegiatan dan belajar di rumah, tidak bepergian dan tidak bermain keluar rumah. Saya tahu, kalian pasti rindu berkumpul dengan teman, sepupu, atau kakek dan nenek." ujar Jokowi.

"Keadaan ini bukanlah keinginan kita. Semua itu kita lakukan untuk keselamatan kita semua, keselamatan adik dan kakak, ibu dan ayah, ibu dan bapak guru, dan semua yang berada di lingkungan kita agar tidak tertular COVID-19," imbuhnya.

Jokowi menyampaikan anak-anak bisa berkontribusi untuk menerapkan protokol kesehatan. Dia juga meminta anak-anak di Indonesia tetap semangat.

"Anak-anak bisa ikut berpartisipasi menekan penularan COVID-19 dengan disiplin menggunakan masker, menjaga jarak dan jangan lupa mencuci tangan," kata Jokowi.

"Anak-anakku semua adalah masa depan Indonesia. Tetaplah semangat belajar dan bermain di rumah untuk sementara waktu, dan teruslah bergembira," imbuhnya.

(izt/dhn)