Perangi Kartel Kremasi, Jusuf Hamka Raih Hikmah Ini

Deden Gunawan - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 13:12 WIB
Jusuf Hamka, pebisnis dan pegiat sosial
Jusuf Hamka melawan kartel kremasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Langkah pengusaha Jusuf Hamka memerangi kartel kremasi dengan mematok tarif jenazah COVID-19 cuma Rp 7 juta menuai banyak dukungan. Selepas menunaikan ibadah kurban pada Selasa (20/7/21) pagi, siangnya dia mendapat banyak telepon. Ada yang meminta izin untuk mengkremasi jenazah di Krematorium Cilincing yang dikelolanya karena murah, ada yang berterima kasih hingga menawarkan bantuan.

"Ada seorang ibu di luar negeri yang kirim Rp 3 miliar lebih untuk dibelikan empat mesin kremasi. Saya juga disumbang Pak Umar dan anaknya dua mesin, jadi total dapat enam tambahan," kata Jusuf Hamka dalam Blak-blakan di detikcom, Jumat (23/7/2021).

Ia juga sempat mengancam akan menggratiskan kremasi semua jenazah COVID kalau krematorium-krematorium di sekitar Jakarta masih mematok tarif hingga puluhan juta rupiah. Tindakan mereka yang disebut 'kartel kremasi' itu sungguh keterlaluan karena mengambil untung di tengah duka keluarga.

"Alhamdulillah, Kamis pagi kemarin saya cek tarif semua sudah normal. Tapi polisi sepertinya akan tetap memproses hukum mereka," kata anak angkat ulama besar Buya Hamka itu.

Jusuf Hamka sebelumnya sempat mengancam akan menggratiskan biaya kremasi semua jenazah COVID di krematorium Cilincing bila kartel kremasi tak bertobat dan memasang tarif wajar. Dia mengaku mendapatkan jaminan dari manajemen CMNP, Artha Graha Peduli, Salim Group, dan Yayasan Petak Sembilan untuk menanggung biaya kremasi.

Bos Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) itu yakin krematorium yang mematok tarif tinggi itu sebetulnya cuma punya izin sementara yang sewaktu-waktu bisa dicabut. Berbeda dengan krematorium yang dikelola Yayasan Daya Besar Krematorium Cilincing, Jakarta Utara. Krematorium itu didirikan kakaknya, Dr Aggi Tjetje, pada 1975 di era Gubernur Ali Sadikin. "Setelah Kakak meninggal, saya yang diminta mengurus," ujarnya.

Tarif kremasi untuk jenazah non-COVID sebetulnya cuma Rp 4-5 juta. Krematorium Cilincing mematok tarif untuk jenazah COVID Rp 7 juta karena ada komponen tambahan, yakni untuk disinfektan, APD, dan honor lembur petugas.

"Untuk yang COVID proses kremasinya malam, jadi petugas kudu lembur. Tapi dengan tarif segitu, masih ada margin keuntungannya kok. Jadi nggak perlu sampai puluhan juta rupiah," tegas Jusuf Hamka.

(jat/jat)