Bantah Telpon SBY, PM Australia Pahami Sikap Indonesia
Sabtu, 25 Mar 2006 08:50 WIB
Canberra - PM Australia John Howard mengaku dapat memahami sikap protes RI terkait pemberian visa sementara. Status Papua dalam naungan NKRI tidak akan dipertanyakan. "Kami memahami sikap Indonesia yang menarik duta besarnya," ujar jubir Howard seperti dilansir dari news.com.au, Sabtu (25/3/2006).Selain itu, ia membantah kabar Howard sudah menelpon Presiden SBY terkait kebijakan Aussie tersebut. "Mereka hanya bercakap lewat telpon beberapa minggu lalu saat Presiden SBY menelpon Howard," cetusnya.Australia akhirnya mengeluarkan visa sementara bagi 42 warga Papua yang mencari suaka politik. Pemerintah dan publik Indonesia pun bereaksi keras.DPR menuntut pemerintah bersikap tegas terhadap kebijakan itu. Bahkan diusulkan agar derajat hubungan diplomatik diturunkan. Pemerintah sendiri menarik sementara Dubes RI untuk Australia, Muhamad Hamzah Thayeb.
(ton/)











































