Konsumsi Minyak Ikan Tidak Kurangi Risiko Kanker
Sabtu, 25 Mar 2006 07:50 WIB
Jakarta - Minyak ikan selama ini direkomendasikan agar dikonsumsi. Anjuran ini terkait adanya efek sehat bagi si konsumen. Ternyata, penelitian terakhir menyebutkan mintak ikan tidak mengurangi risiko kanker. Sebuah kajian terhadap 89 penelitian menyebutkan tidak ada efek yang dihasilkan asam lemak Omega 3 terhadap kanker, masalah kardiovaskular dan stroke. Laporan ini dimuat di sebuah Jurnal Kesehatan Inggris terbitan pekan ini. Situs Bloomberg, Sabtu (25/3/2006), mewartakan, penelitian ini terkait adanya dugaan warga Greenland yang selalu mengonsumsi minyak ikan sedikitnya sekali per pekan. Diduga ada kaitannya konsumsi asam lemak dengan rendahnya penyakit jantung koroner di kawasan itu. Para peneliti menduga efek tersebut lebih dihasilkan dari vitamin D atau selenium dibanding asam lemak.Asam lemak Omega 3 merupakan salah satu nutrien penting yang dibutuhkan tubuh sejak 75 tahun lalu. Penelitian ini untuk menguji apakah kesimpulan asam lemak dapat mengurangi risiko kardiovaskular dan kematian masih bisa dipercaya atau tidak.Meski demikian, publik diharapkan tetap mengonsumsi minyak ikan terutama untuk penderita penyakit jantung. "Saran agar tetap dikonsumsi sebaiknya terus dilakukan, tetapi bukti efeknya akan terus dikaji secara berkala," tulis penelitian tersebut.
(ton/)











































