Round-Up

Habis Dikritik Sana-sini Bikin Rektor UI Lepas Jabatan Komisaris

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 08:09 WIB
Rektor UI Ari Kuncoro
Rektor UI Ari Kuncoro (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro akhirnya melepas jabatannya sebagai komisaris. Ari melepas jabatannya setelah dikritik habis-habisan oleh berbagai pihak lantaran merangkap jabatan.

Ari dinilai melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI. Dalam Pasal 35 huruf c Statuta UI tersebut, Rektor UI dilarang merangkap jabatan pada BUMN/BUMD/ataupun swasta.

Kritik keras semakin deras setelah pemerintah justru merevisi Statuta UI. Sebab, pada aturan yang terbaru, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI, Rektor UI hanya dilarang merangkap menjadi 'direksi' BUMN/BUMD/swasta. Artinya, Ari diperbolehkan merangkap sebagai komisaris.

Kritik Mengalir Deras

Revisi aturan itu tentu menuai kritik dan kecaman. Dosen UNJ Ubedilah Badrun bahkan menilai langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengubah Statuta UI sebagai langkah yang ngawur. Dia heran aturan diubah demi mengakomodasi pelanggaran.

"Pemerintah ngaco, pejabat melanggar aturan kok aturannya yang diubah," kata Ubedilah kepada wartawan.

Kritik bahkan datang dari anak buah Ari sendiri. Dosen Fakultas Hukum (FH) UI Gandjar Laksamana Bondan sangat menyesalkan perubahan Statuta UI. Dia heran, bukan pelanggaran yang diluruskan, tapi justru Statuta UI yang diubah demi mengakomodasi transaksi kepentingan.

"Menunggu pernyataan sikap Pak Arie Kuncoro Rektor UI terkait rangkap jabatan dan Statuta baru UI. @univ_indonesia, kamu memalukan!" cuitnya.

Dua parpol oposisi juga ikut mengecam. PKS dan Partai Demokrat heran terhadap kebijakan pemerintah. Mereka menilai revisi Statuta UI harus dikecam dan digugat.

"PP yang membolehkan selain direksi, menurut saya, satu transaksi kekuasaan yang harus dikecam dan digugat," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Simak Video: Jejak Ari Kuncoro, Ditunjuk Jadi Wakil Komisaris Utama BRI hingga Mundur

[Gambas:Video 20detik]