Wanita di NTT Terkonfirmasi Corona Usai Meninggal, Keluarga Ambil Paksa Jenazah

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 19:00 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Ilustrasi Corona (Getty Images/loops7)
Kupang -

Seorang wanita di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial LHH (27) terkonfirmasi positif COVID-19 setelah meninggal saat menjalani operasi kanker prostat. Namun keluarga tidak terima informasi itu dan mengambil paksa jenazah LHH dari Rumah Sakit di Kupang.

"Iya betul, masih proses penyelidikan," ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna saat dihubungi, Kamis (22/7/2021).

Krisna mengatakan awalnya keluarga sudah setuju agar jenazah LHH dikubur dengan protokol COVID-19. Namun, tiba-tiba datang anggota keluarga lain yang tidak terima LHH positif COVID dan langsung membawa kabur jenazahnya pulang.

"Dari keluarga, sebagian keluarga sebetulnya menyetujui. Tapi ada keluarga yang baru datang mereka langsung memaksa mengambil, dan kemudian juga anggota yang saat itu terbatas akhirnya jenazah itu sempat dibawa ke rumah," tuturnya.

Krisna menjelaskan keluarga ngotot membawa jenazah LHH pulang karena LHH awalnya diketahui hendak menjalani operasi kanker prostat pada Rabu (21/7) dini hari. Namun, pada pukul 07.57 Wita, LHH dinyatakan meninggal dunia.

Tim medis RS Siloam menyebut sempat melakukan rapid antigen kepada LHH sebelum menjalani operasi. Namun tes yang keluar setelah LHH meninggal itu menunjukkan hasil positif COVID-19.

Saat itulah, sekitar pukul 11.30 Wita, anggota keluarga yang tidak terima LHH harus dimakamkan secara protokol COVID-19 membawa paksa jenazah. Krisna mengungkapkan, sesampai di rumah, jenazah LHH tidak sempat diturunkan dari mobil karena kepolisian dan satgas berhasil bernegosiasi dengan keluarga.

"Tapi tidak sempat diturunkan, hanya di kendaraan dan kemudian baca doa bersama. Kemudian atas negosiasi dari Polri dan satgas, kemudian mereka bersedia untuk dimakamkan secara protokol COVID-19," terang Krisna.

Setelah itu, kata Krisna, jenazah LHH dimakamkan dengan protokol Covid. Bagaimanapun juga, Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif melalui Krisna menyampaikan kejadian serupa tidak boleh terjadi lagi.

Krisna menegaskan pelaku pengambilan paksa jenazah positif COVID-19 akan diproses hukum.

"Iya, jadi diambil dari RS untuk keluarganya dibawa ke rumah. Tapi belum sempat diturunkan. Mereka menyetujui dan hanya berdoa beberapa menit, kemudian dimakamkan oleh satgas dengan protokol COVID-19," ucapnya.

"Masih didalami. Nantinya kapolda juga sudah menyampaikan ini tidak akan dibiarkan. Tapi, apabila terjadi lagi, akan ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku," imbuh Krisna.

Lihat juga video 'Heboh Warga di Bondowoso Rebut Jenazah Corona-Peti Dibakar':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)