Sidang Dakwaan Nurdin Abdullah

Ini Rincian Suap Rp 13 M Diterima Nurdin Abdullah dari Sejumlah Kontraktor

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 15:06 WIB
Tersangka korupsi, gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah tiba di gedung KPK, Jakarta. Ia menjalani pemeriksaan perdana sejak OTT.
Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah (Ari Saputra/detikcom)

Kemudian, Nurdin juga terungkap kembali menerima uang SGD 200 ribu atau sekitar Rp 2,1 miliar (kurs SGD Rp 10.644) dari H Momo. Uang ini diterima oleh Nurdin melalui tangan ajudannya, Syamsul Bahri, di rumah sang ajudan, di Jalan Faisal, Makassar, pada Januari 2021.

"Kemudian terdakwa pada Februari 2021 menerima uang Rp 2 miliar 200 juta dari Ferry Tanriadi, kontraktor atau komisaris PT Karya Sejahtera melalui Syamsul Bahri selaku ajudan terdakwa di rumah Ferry Tanriadi Jalan Boulevard Kota Makassar," lanjut Jaksa Asri.

Nurdin Abdullah juga disebut menerima uang senilai Rp 1 miliar dari kontraktor Haerudin. Uang ini lagi-lagi diterima Nurdin Abdullah melalui sang ajudan Syamsul Bahri di rumah Haerudin, Jalan Pettarani Makassar, pada Februari 2021.

Selanjutnya, terdakwa Nurdin pada April 2020 sampai dengan Februari 2021 untuk kepentingannya menerima uang dengan jumlah Rp 387 juta 600 ribu dari kontraktor Kwan Sakti Rudy Moha. Lalu pada 19 April 2020 sampai 3 Agustus 2020 menerima uang Rp 357 juta 600 ribu dari nomor rekening BNI dengan nama Kwan Sakti Rudy Moha.

Nurdin juga disebut kembali menerima uang Rp 30 juta dari Kwan Sakti Rudy Moha yang kembali diterima melalui transfer rekening.

"(Selanjutnya ) Terdakwa pada Desember 2020 sampai dengan Februari 2021 untuk kepentingannya menerima uang dengan jumlah total Rp 1 miliar di Bank Sulselbar dari beberapa pihak atas nama pengurus masjid di Kawasan Kebun Raya Pucak," ungkap Asri.

Uang Rp 1 miliar tersebut kembali dirincikan Asri, yakni Rp 100 juta berasal dari kontraktor Petrus Yalim pada 1 Desember 2020. Lalu pada pada 3 Desember 2020 sebesar Rp 100 juta dari kontraktor Thiawudy Wikarso.

Kemudian pada tanggal 3 Desember 2020 Nurdin Abdullah juga menerima uang Rp 100 juta dari Sekretaris Utama Bank Sulselbar yang uangnya berasal dari setoran ajudan Nurdin, Syamsul Bahri.

"Kemudian, pada tanggal 8 Desember 2020 sebesar Rp 400 juta dari Direksi PT Bank Sulselbar yang uangnya berasal dan dana CSR Bank Sulselbar," sambung jaksa Asri Irwan.

Terakhir, pada 26 Februari 2021, Nurdin kembali menerima uang sebesar Rp 300 juta dari rekening Sulsel Peduli Bencana yang dipindahkan dananya melalui RTGS oleh Muhammad Ardi selaku Kepala Cabang Bank Mandiri Cabang Makassar Panakkukang.


(hmw/nvl)