Sidang Dakwaan Nurdin Abdullah

Ini Rincian Suap Rp 13 M Diterima Nurdin Abdullah dari Sejumlah Kontraktor

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 15:06 WIB
Tersangka korupsi, gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah tiba di gedung KPK, Jakarta. Ia menjalani pemeriksaan perdana sejak OTT.
Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah (Ari Saputra/detikcom)
Makassar -

Jaksa penuntut umum (JPU) KPK mendakwa Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah menerima suap total senilai Rp 13 miliar. Uang suap tersebut diterima dari sejumlah kontraktor, termasuk Agung Sucipto alias Anggu.

Jaksa KPK Muhammad Asri mengatakan Nurdin Abdullah melakukan dua jenis tindak pidana, yakni suap dan gratifikasi. Pertama, Nurdin Abdullah menerima suap SGD 150 ribu dan Rp 2,5 miliar. Kedua, Nurdin juga didakwa menerima uang gratifikasi Rp 6,5 miliar dan SGD 200 ribu dari sejumlah kontraktor.

"Mengenai dakwaan kepada saudara Nurdin Abdullah, kami memasang atau menerapkan pasal dengan dakwaan kumulatif, yang artinya bukan hanya satu perbuatan, tetapi ada dua secara kumulasi. Dakwaan pertama suap yang berkaitan dengan OTT itu SGD 150 ribu plus Rp 2,5 miliar hasil OTT," ujar jaksa Asri Irwan kepada wartawan sesuai sidang di Pengadilan Tipikor Negeri Makassar, Kamis (22/7/2021).

"Dakwaan kedua atau kumulatif, Nurdin Abdullah sebagai penyelenggara negara menerima gratifikasi kurang lebih Rp 6 miliar plus 200 ribu SGD. Jadi, kalau ditotal mulai dari penerimaan suap dan gratifikasi kurang-lebih Rp 13 miliar," sambung Asri.

Jaksa Asri merincikan, uang SGD 150 ribu diberikan langsung oleh kontraktor Agung Sucipto alias Anggu kepada Nurdin Abdullah di rumah jabatan (rujab) Gubernur Sulsel. Nilai uang SGD 150 ribu itu sama dengan Rp 1.590.000.000 (kurs Rp 10.644).

Kemudian ada juga uang Rp 2,5 miliar yang diberikan oleh Anggu kepada Nurdin melalui perantara Sekdis PUTR Sulsel Edy Rahmat hingga terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 26 Februari 2021.

Rincian Asal-usul Uang Rp 6,5 M dan SGD 200 dari Kontraktor Lain

Selanjutnya, jaksa Asri juga merincikan bahwa uang Rp 6,5 miliar dan SGD 200 ribu tersebut berasal dari sejumlah kontraktor lain di luar pemberian Agung Sucipto. Di antaranya adalah uang Rp 1 miliar diterima Nurdin dari kontraktor Robert Wijoyo pada pertengahan 2020.

"Uang dari Robert diterima melalui Syamsul Bahri selaku ajudan terdakwa yang diterima di pinggir Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar," sebut Asri di persidangan.

Selanjutnya, Nurdin juga disebut menerima uang Rp 1 miliar lainnya dari kontraktor Nurwadi bin Pakki alias H Momo. Uang ini diterima Nurdin melalui perantara Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel Sari Pudjiastuti pada 18 Desember 2020.

"Diterima di Syahira Homestay samping RS Awal Bros Jalan Urip Sumoharjo Makassar," ungkap Asri.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.