Curhat Warga di Sawah Besar: Bansos Pemerintah Kurang, Cicilan Numpuk

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 14:53 WIB
Warga Sawah Besar curhat bansos pemerintah dinilai kurang (Yogi Ernes/detikcom)
Warga Sawah Besar curhat bansos pemerintah dinilai kurang (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah saat ini terus menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat selama pandemi virus Corona berlangsung. Namun bantuan itu rupanya dinilai masih kurang oleh sejumlah warga.

Suryono (46), warga di daerah Jayakarta, Sawah Besar, mengatakan bantuan pemerintah selama ini dinilai masih belum cukup memenuhi kebutuhannya. Pemasukannya berkurang selama pandemi berlangsung.

"Bantuannya nggak sesuai sama kehidupan ya. Kita kan kalau gaji dikurangin atau karyawan dirumahkan Rp 300 ribu sebulan nggak cukup," kata Suryono saat ditemui di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (22/7/2021).

Pria yang sehari-hari bekerja di pabrik ini bercerita, sebelum pandemi, biasanya tiap bulan dia memiliki pemasukan tambahan lewat usaha kos. Namun, karena warga memilih pulang kampung, usaha kosnya pun mati suri.

Seperti jatuh tertimpa tangga, bantuan yang diharapkan dari pemerintah pun dianggap masih jauh dari kata cukup.

"Sangat terdampak sekali karena kita kan butuh penghidupan ya, untuk cicilan motor, cicilan utang, cicilan nggak kebayar dengan adanya pandemi ini. Biasanya kan kita ada uang tambahan dari kosan, tapi kan kosan kosong karena pada pulang kampung. Jadi nggak bisa bayar cicilan," ujar Suryono.

Warga Sawah Besar curhat bansos pemerintah dinilai kurang (Yogi Ernes/detikcom)Warga Sawah Besar curhat bansos pemerintah dinilai kurang (Yogi Ernes/detikcom)

Suryono berharap ke depan bantuan dari pemerintah kepada rakyat menengah ke bawah lebih ditingkatkan lagi. Selain itu, dia meminta akses bagi para pedagang dan pengusaha kecil pun dibuka kembali.

"Harapan ke pemerintah, ya kalau bisa warganya yang kena PHK yang dagang-dagang dibolehin, biar ekonominya berjalan. Kalau yang dagang nggak boleh, diusir, ya ekonomi bakal nggak bisa. Kasihan yang pedagang kecil," katanya.

"Bantuan juga ditingkatin, kurang segitu mah," tambah Suryono.

Hal senada disampaikan oleh warga Sawah Besar lainnya bernama Ending Samsudin (52). Pedagang mi ayam ini berharap perhatian pemerintah ke warga yang tinggal di daerah pinggiran Jakarta lebih ditingkatkan.

Meski mengaku sejauh ini bansos kepada warga di lingkungannya tidak tersendat, dia berharap perhatian kepada warga-warga di 'slum area' lebih baik lagi selama pandemi virus Corona.

"Penginnya sih warga jangan sampai terlambat ya untuk pemberian dari pemerintah. Bahasanya dari Presiden lah ya untuk masyarakat. Kalau posisi kenceng lagi, tolong jangan tersendat dari bansos ke masyarakat," kata Ending.

"Memang kadang-kadang yang terkecil dikecilkan, maaf ya. Tapi alhamdulillah dari pihak RT/lurah di Sawah Besar di sini kena diperhatikan," tambahnya.

(ygs/isa)