Australia Abaikan Hubungan Baik yang Telah Terjalin
Jumat, 24 Mar 2006 18:20 WIB
Jakarta - Tindakan pemerintah Australia memberi visa tinggal sementara kepada 42 warga Papua menuai kecaman pemerintah dan DPR, termasuk oleh kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Australia dinilai mengabaikan hubungan baik yang telah terjalin selama ini."Secara politik Australia terkesan arogan dan selalu ikut campur urusan dalam negeri Indonesia," ujar Ketua Pimpinan Harian DPP PPP Suryadharma Ali usai diskusi publik "PPP dan Harapan Pada Pemilu 2009" di Hotel Gran Melia, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (24/3/2006)."Australia telah mengabaikan hubungan baik yang selama ini dibina dengan Indonesia," imbuh Surya. Untuk itu, partainya berharap pemerintah melakukan tindakan tegas sebagai teguran pemerintah Indonesia terhadap Australia."Saya setuju kalau Dubes kita ditarik," tandas Surya.Seperti diketahui, Kamis 23 Maret 2006, pemerintah memberikan temporary protection visa (TPV) kepada 42 warga negara Indonesia asal Papua. Saat ini 42 warga Papua yang selama ini berada di Pulau Christmas akan dipindahkan ke Melbourne.Sikap pemerintah Australia ini membuat kuping pemerintah Indonesia dan DPR panas. Bahkan, hari ini pemerintah menggelar rapat dan memutuskan untuk menarik pulang Dubes Indonesia untuk Australia Teuku Mohamad Hamzah Thayeb untuk melakukan koordinasi.
(zal/)











































