3 Alasan Jokowi Bahas COVID Hanya dengan Bima Arya Versi Ketua PAN

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 12:14 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Walkot Bogor Bima Arya (screenshot 20detik)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya memanggil Wali Kota Bogor Bima Arya saat membahas terkait penanganan COVID-19. PAN menjelaskan beberapa kemungkinan alasan hanya Bima Arya yang dipanggil Jokowi.

"Menurut saya begini, kalau jawaban yang paling tepat tentu Presiden Jokowi yang bisa jawab, tapi kalau jawaban perkiraan saya, kenapa Bima Arya? Karena Bima Arya ini adalah satu contoh kota yang ada di penyangga Ibu Kota. Jadi masyarakat Kota Bogor kan cukup lumayan banyak dan mereka lalu lalang sampai Jakarta, itu sangat tepat kalau Bima Arya yang ditanya terkait dengan perkembangan COVID di sana," kata Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay saat dihubungi, Kamis (22/7/2021).

Saleh menyebut alasan lainnya, yakni Presiden Jokowi kerap tinggal di Istana Bogor. Atas dasar itulah, menurutnya, wajar jika Jokowi mempertanyakan perkembangan COVID-19 di Kota Bogor.

"Yang kedua, Presiden Jokowi juga tinggal di Bogor sebetulnya, Presiden Jokowi pulangnya banyak ke Istana Bogor. Saya kira ini wajar kalau Presiden Jokowi menanyakan orang-orang yang berada di wilayah sekitar tempat tinggalnya, yaitu di Kota Bogor," ucapnya.

Saleh juga menyebut pertemuan Presiden Jokowi dengan Wali Kota Bogor Bima Arya juga bukan yang pertama kali terjadi. Namun dia menilai tidak ada pembicaraan spesifik terkait politik.

"Kemudian ketiga, pertemuan ini bukan yang pertama Jokowi dan Bima Arya. Sering juga Bima Arya dipanggil Presiden untuk tanya hal-hal lain. Jadi dalam konteks itu, saya nilai tidak ada pembicaraan spesifik atau khusus berkenaan politik ataupun berkaitan politik. Pembicaraan yang ada malah justru penanganan COVID dan saya lihat Presiden Jokowi ingin dapat masukan konstruktif dari masyarakat, salah satunya Wali Kota Bogor," ujarnya.

Lebih lanjut, Saleh menyebut terlalu spekulatif jika pertemuan Jokowi dan Bima Arya dikaitkan dengan pilkada yang akan datang. Dia beralasan Pilkada 2024 masih jauh dan terlalu cepat jika dibahas saat ini.

"Begini kalau soal pilkada, saya kira terlalu cepat juga dibicarakan sekarang, kenapa? Karena pilkada masih 2024 juga, iya masih jauh sekali dan terlalu spekulatiflah kalau kita mengatakan pembicaraan mereka malah mengarah pada soal pilkada. Mungkin secara umum terkait konstelasi penanganan COVID dalam kaitan kebijakan pemerintah untuk menanganinya itu ada, itu kan politik juga. Misal bagaimana menggunakan anggaran APBD dengan baik, gimana beri bansos, kemudian gimana buat kebijakan di tingkat kota. Tapi kalau untuk konteks pergantian kepemimpinan politik, saya kira nggak sampai sana," jelasnya.

Lihat juga Video: Luhut: Presiden Jokowi Perintahkan Tak Lagi Pakai Istilah PPKM Darurat

[Gambas:Video 20detik]




(maa/tor)