Pimpinan Komisi IX DPR Sorot Penurunan Testing COVID: Kondisi Kita Darurat!

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 11:58 WIB
Politikus PDIP Charles Honoris
Pimpinan Komisi IX DPR Charles Honoris. Foto: Tsarina/detikcom
Jakarta -

Jumlah sampel COVID yang dites menurun dalam beberapa hari terakhir. Penurunan ini disorot Senayan.

"Rencana pemerintah melonggarkan PPKM Level 4 pada 26 Juli mendatang - jika data tren penularan menurun - mutlak harus dibarengi dengan peningkatan jumlah testing dan tracing. Sebab, semakin banyak jumlah testing dan tracing, semakin riil juga data penularan dengan kondisi penularan sebenarnya di lapangan," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris kepada wartawan, Kamis (22/7/2021).

Dia menyoroti penurunan jumlah testing COVID dalam beberapa terakhir, utamanya pada Rabu (21/7) kemarin, sehari setelah Presiden Jokowi mengumumkan perpanjangan PPKM level 4. Di hari itu jumlah testing COVID turun ke angka 153.330 spesimen, terendah selama sepekan terakhir.

"Penurunan jumlah testing dan tracing ini seharusnya tidak boleh terjadi dengan alasan apapun. Ketika kita sedang menghadapi kondisi darurat seperti ini, jumlah testing dan tracing justru harus ditingkatkan berkali-kali lipat, bahkan kalau perlu hingga 1 juta testing per hari," kata politikus PDIP ini.

Dengan jumlah testing dan tracing yang tinggi, Charles meneruskan, diharapkan data angka penularan bisa mendekati kondisi sebenarnya, sehingga keputusan yang diambil Pemerintah di akhir masa perpanjangan PPKM Level 4 ini juga tepat. Kesalahan data dalam rencana pelonggaran PPKM Level 4 tidak boleh terjadi, agar gotong-royong seluruh elemen bangsa dalam penanggulangan Covid-19 selama ini tidak menjadi sia-sia.

"Selain testing dan tracing, memperbanyak isolasi berikut sarana dan prasarananya, juga kunci untuk meredam laju infeksi. Jadi kalaupun pelonggaran PPKM Level 4 dilakukan, asal jumlah tesnya banyak dan terlacak, maka pasien Covid-19 bisa segera diisolasi untuk mencegah penularan," pungkasnya.

Berikut ini angka spesimen selama 8 hari terakhir:

14 Juli: 240.724 spesimen (54.517 kasus)
15 Juli: 249.059 spesimen (56.757 kasus)
16 Juli: 258.532 spesimen (54.000 kasus)
17 Juli: 251.392 spesimen (51.925 kasus)
18 Juli: 192.918 spesimen (44.721 kasus)
19 Juli: 160.686 spesimen (34.257 kasus)
20 Juli: 179.275 spesimen (38.325 kasus)
21 Juli: 153.330 spesimen (33.772 kasus)

Simak video 'Istilah PPKM Berganti-ganti, Pimpinan Komisi IX: Bentuk Inkonsistensi!':

[Gambas:Video 20detik]



(tor/tor)