KPK Laporkan Tembakan Laser 'Berani Jujur Pecat', MAKI: Ini Langkah Mundur!

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 11:16 WIB
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendatangi gedung KPK. Kedatangannya untuk beri bukti tambahan terkait pelanggaran kode etik Ketua KPK, Firli Bahuri.
Foto: Boyamin Saiman (Ari Saputra)
Jakarta -

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengkritik KPK karena melaporkan aksi tembakan laser 'berani jujur pecat' ke polisi. MAKI menilai laporan KPK terhadap aksi tersebut sebagai suatu kemunduran.

"Kalau ini dilaporkan, ini betul-betul langkah mundur dan menjadi pimpinan KPK ini kupingnya tipis," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman, Kamis (22/7/2021).

Boyamin mengatakan pasal menghina penguasa umum yang disangkakan terhadap aksi tersebut tidak tepat. Sebab menurut Boyamin, tidak ada kerusakan apapun saat aksi tembakan laser ke gedung KPK berlangsung.

"Dan kalau dilaser (gedung KPK) ini apa rusaknya gitu. Dan kemudian kemarin saya baca dengan pasal-pasal menghina penguasa umum. Menghina penguasa umum itu kan harus bisa dibedakan bagaimana penghinaannya. Kalau pada posisi yang memang menyalurkan aspirasi dengan konteks yang kemarin itu (tembakan laser) bahkan juga ungkapan berani jujur pecat segala macam, itu kan juga ada di media sosial ada di gerakan apapun masyarakat sipil itu juga udah terjadi," ujarnya.

"Kan kalau pasalnya perusakan itu masih mending lah. Lah, Ini kan nggak. Ternyata pasalnya penghinaan umum, nah ini kan pasalnya jaman kolonial Belanda," sambungnya.

Boyamin berharap KPK mencabut laporan tersebut. KPK juga diminta untuk tetap fokus memberantas korupsi.

"Dan ini mestinya bagi masyarakat demokrasi tindakan KPK ini justru kontra produktif. Mestinya KPK lakukan pemberantasan korupsi sehebat-hebatnya, kritik tetap diperhatikan kalau perlu ya tetap tunjukan dengan kerja-kerja hebat bagaimana pun itu sebagai bentuk kecintaan masyarakat terhadap KPK. Saya berharap pimpinan KPK segera melakukan pencabutan pelaporan ini dan ini tidak akan berkembang lebih jauh," ucapnya.

Lebih lanjut Boyamin membandingkan kritikan tembakan laser dengan kritikan yang sebelumnya pernah diterima KPK. Menurutnya, kritikan yang ditujukkan kepada KPK sebelumnya tidak pernah ada yang sampai dilaporkan ke polisi.

"KPK dulu itu kayak apapun dikritik masyarakat sampai level-level tertentu termasuk diselubungi oleh kain besar dalam bentuk yang kemudian juga pernah didatangi dengan pola memanjatkan doa pakai tumpeng, pakai apa yang pembacaan surat Yasin dan tahlilan itu dan bentuk-bentuk demonstrasi lainnya bahkan beberapa juga ya adanya gesekan-gesekan itu. Selama ini KPK tidak pernah memperkarakan balik terhadap orang-orang yang mengkritiknya baik secara tindakan demokrasi maupun secara verbal," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Lihat Video: Penampakan Laser Bertulis 'Berani Jujur Pecat' di Gedung KPK

[Gambas:Video 20detik]