Pengendara Tertib Bawa STRP, Penyekatan di Mampang Jaksel Dilonggarkan

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 11:01 WIB
Suasana di pos penyekatan Mampang Prapatan Jaksel (Foto: Annisa/detikcom)
Suasana di pos penyekatan Mampang Prapatan, Jaksel (Annisa/detikcom)
Jakarta -

Penyekatan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dilonggarkan menjelang siang ini. Pelonggaran itu dilakukan lantaran warga yang melintas sudah tertib membawa surat tanda registrasi pekerja (STRP), dan lalu lintas pun dapat dikendalikan.

"Sebenarnya kita wajib memeriksa, tapi selama beberapa hari ini kita periksa, semua masyarakat sudah punya surat semua. Sudah dibekali surat tugas, surat dari tempat kerja masing-masing," kata Kasat PJR Polda Metro Jaya Kompol Sutikno di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (22/7/2021).

Sutikno menekankan, sampai saat ini STRP masih diberlakukan. Hanya, pemeriksaannya cenderung dilonggarkan. Namun dia memastikan penyekatan tetap terus dilakukan.

"Ya volume kendaraan hanya pagi saja kelihatan sedikit meriah. Pas diperiksa juga memang ya semuanya bawa surat tugas, bawa STRP, sehingga pemeriksaan kita longgarkan," katanya.

Lebih lanjut Sutikno menjelaskan kanalisasi jalur juga masih tetap dilakukan. Jalur khusus tenaga medis masih tersedia untuk mengakomodasi tenaga kesehatan (nakes) hingga ambulans yang melintas.

Meski demikian, dia menyebut petugas juga memberi kelonggaran kepada pengendara ojek online. Mereka diberi akses lantaran bekerja untuk melayani kebutuhan masyarakat.

"Ya memang ada kelonggaran yang disampaikan. Untuk ojol, termasuk taksi online, itu juga dibebaskan. Karena kan mereka juga mengantar barang dan melayani masyarakat di rumah," lanjutnya.

Sejak penyekatan diberlakukan, Sutikno mengklaim 50 persen aktivitas warga juga menurun. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya kemacetan di Jalan Mampang Prapatan.

Dibandingkan dengan awal penyekatan, menurutnya, saat ini tidak ada penumpukan kendaraan di lokasi. Lalu lintas terlihat ramai hanya pada pagi hari lantaran warga berangkat bekerja.

"Dari pertama kita melaksanakan PPKM, kemacetan luar biasa turun. Pas awal-awal memang masih panjang ya antrean ke belakang. Tapi sekarang ini boleh di bilang antrean sudah sangat kecil karena dalam pemeriksaan masyarakat juga sudah punya surat. Jadi kita gampang memeriksa dan memilah-milahnya," pungkas Sutikno.

(mae/mae)