Bupati Meranti Serang Pemprov Riau soal Stok Vaksin COVID Habis: Amburadul!

Antara - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 10:13 WIB
Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil. (ANTARA/Rahmat Santoso/21)
Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil. (ANTARA/Rahmat Santoso/21)
Kepulauan Meranti -

Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Muhammad Adil kurang puas terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Riau. Dia mempermasalahkan Pemprov Riau yang dinilai tidak bisa menyediakan vaksin Corona lanjutan ke daerahnya untuk mempercepat vaksinasi masyarakat.

"Kabarnya stok vaksin yang ada di Pemprov Riau habis, sehingga belum bisa melakukan pendistribusian ke kabupaten, khusus Kepulauan Meranti. Akibatnya, Pemkab Meranti tidak dapat lagi melanjutkan vaksinasi karena kehabisan stok," kata Muhammad Adil seperti dilansir dari Antara, Kamis (22/7/2021).

Adil mempertanyakan kinerja Tim Satgas COVID-19 Riau. Dia pun menyebut kinerja Pemprov Riau amburadul.

"Sesuai instruksi Presiden, kita diminta mengejar target vaksinasi kepada masyarakat. Namun, jika kondisi begini, tentu tidak akan berhasil. Artinya, kinerja Tim Gugus Tugas COVID-19 Provinsi amburadul," katanya.

Dia menyalahkan Satgas COVID-19 Riau terkait kekosongan stok vaksin Corona. Dia mengatakan hal itu terjadi akibat ketidakmampuan Tim Satgas COVID-19 Riau melobi pemerintah pusat untuk mengalokasikan vaksin Corona yang cukup untuk Riau.

Adil khawatir kosongnya stok vaksin Corona akan berdampak pada meningkatnya kasus positif COVID-19 di Meranti. Dia mengatakan wilayahnya merupakan pintu masuk bagi orang-orang dari luar negeri.

"Kita takutkan, jika kebutuhan vaksin ini tidak dapat dipenuhi, akan menyebabkan meningkatnya jumlah kasus positif di Meranti. Apalagi daerah kita merupakan pintu masuk dan berbatasan langsung dengan negara tetangga," ungkap Bupati.

Jika terjadi peningkatan kasus positif COVID-19 di Meranti, dia meminta Pemkab tidak disalahkan. Menurutnya, hal itu terjadi karena masih banyak masyarakat yang belum divaksinasi akibat stok kosong.

"Jika terjadi peningkatan kasus positif di Meranti, jangan salahkan daerah, tapi Provinsi harus bisa introspeksi diri. Kami di daerah sudah sangat serius menangani kasus COVID-19," ujarnya.

Dari keterangan Satgas Kepulauan Meranti, untuk mencukupi vaksin COVID-19 di Meranti, mereka telah beberapa kali mengusulkan permintaan penambahan vaksin melalui Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV). Namun jumlah yang diberikan jauh dari harapan.

"Kemarin kita mengusulkan 700 dosis, yang kita dapat hanya 100 dosis. Kemudian kita minta penambahan 500 lagi, tapi kembali dikirim hanya 100. Akibatnya, kita kehabisan stok vaksin, padahal masih banyak warga yang belum melakukan vaksinasi," jelas jubir Percepatan Penanganan COVID-19 Kepulauan Meranti Muhammad Fahri.

Lihat juga Video: RI Akan Terima 30 Juta Vaksin COVID-19 pada Akhir Agustus

[Gambas:Video 20detik]



(haf/idh)