Sarat KKN & Ilegal, Bupati Kampar Batalkan Pengumuman CPNS

Sarat KKN & Ilegal, Bupati Kampar Batalkan Pengumuman CPNS

- detikNews
Jumat, 24 Mar 2006 15:51 WIB
Pekanbaru - Pengumuman penerimaan CPNS di Kabupaten Kampar, Riau, secara resmi dibatalkan pemerintah setempat. Selain dugaan sarat KKN, pengumuman itu juga dianggap ilegal karena tanpa sepengetahuan kepala daerah. Bupati Kampar Jefry Noer mengungkapkan hal itu pada detikcom, Jumat (24/3/2006) di Kampar. Menurutnya, kendati hasil seleksi CPNS telah diumumkan awal pekan ini, dengan tegas Pemerintah Kabupaten Kampar menganggap hasil seleksi tersebut ilegal. "Hasil pengumuman itu tanpa koordinasi dengan instansi terkait terutama kepala daerah. Apalagi saya menerima berbagai laporan adanya indikasi KKN. Demi sebuah keadilan, Pemkab Kampar membatalkan semua hasil tersebut untuk diseleksi kembali," kata Jefry. Dengan pembatalan itu, dalam waktu dekat Pemkab Kampar akan mengumumkan kembali hasil seleksi tersebut tanpa harus melakukan ujian ulangan. Seleksi ulang ini melibatkan berbagai instansi untuk melihat kembali hasil ujian dari masing-masing CPNS. "Pemkab Kampar tengah berusaha untuk melihat kembali semua hasil ujian tersebut baik bagi pelamar umum dan pelamar dari kelompok honorer. Kalau memang yang lulus sekarang ini benar-benar sesuai dengan prosedur, maka kita juga akan meluluskan kembali. Tapi bila ditemukan kecurangan, kita akan anulir," kata Jefry. Pengumuman yang dikeluarkan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Daerah (BKAD) Kampar Ilyas Harun ini juga dinilai penuh dengan kejanggalan. Menurut Jefry, kejanggalan itu terlihat dari hasil pengumuman lolos seleksi CPNS tidak ditandatangani pihak BKAN Pusat. "Mestinya hasil itu juga sepengetahuan BKAN. Kita juga tengah meminta keterangan kepala Kepala BKAD terkait pengumuman tersebut," katanya. Indikasi KKN yang dimaksud, antara lain, Bupati Kampar menemukan calon pelamar umum yang dikelompokkan pada pelamar khusus pegawai honor di lingkup Pemkab Kampar. Karena itu, pihaknya kini tengah mendata seluruh tenaga honorer yang ada di lingkupnya. "Saya lakukan semua ini, demi sebuah keadilan bagi masyarakat. Jangan mentang-mentang ada anak pejabat atau kerabat pejabat para calon diluluskan. Ini jelas sudah tidak benar lagi," kata Jefry Noer. Selama dilakukan proses penilaian ulang, Bupati Kampar mengharapkan masyarakat bisa bersabar menunggu hasil pengumuman yang telah diseleksi ulang. "Bila tim kita telah selesai melakukan seleksi ulang, secepat mungkin kita akan umumnya hasil seleksi CPNS yang sebenarnya. Saya tegaskan, pengumuman kemarin ilegal," kata Jefry. (nrl/)


Berita Terkait