Ratusan Warga Kepung Pesantren Sesat di Medan
Jumat, 24 Mar 2006 15:40 WIB
Medan -
Sekitar 200 warga Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Labuhan -- 15 km dari pusat Kota Medan -- mendatangi Pondok Pesantren Baburridho yang berada di Jalan Young Panah Hijau.Mereka mengepung dan meminta agar pimpinan Ponpes Baburridho bernama Muhammad Hirfi Nuzlan (47) agar meninggalkan pesantren karena telah memberikan ajaran yang tidak sesuai syariat Islam. Pesantren ini diduga menerapkan ajaran tarikat Naqsyabandi Jabal Hindi."Ajaran pesantren ini mulai menyimpang. Kita minta Nuzlan meninggalkan Ponpes ini, " kata Haji Jabaruddin (70) kepada wartawan di Ponpes Baburridho, Medan, Jumat (24/3/2006).Ajaran yang menyimpang itu, menurut Haji Jabaruddin, antara lain pimpinan ponpes Muhammad Hirfi Nuzlan pernah menyatakan sebagai Imam Mahdi. Kemudian sebagai seorang pimpinan ponpes, Nuzlan sering tidak salat."Nuzlan yang menjadi pimpinan ketiga sejak dibangun tahun 1976, melakukan perubahan dramatis terhadap pendidikan di pesantren ini," katanya.Penyimpangan lainnya, menurut Jabaruddin, siswa pondok pesantren tidak menggunakan pakaian sebagaimana layaknya di ponpes. Sejak beberapa tahun lalu tidak ada adzan.Pimpinan Ponpes Muhammad Hirfi Nuzlan tidak bisa dikonfirmasi, karena sudah meninggalkan pondok sejak sebelum massa mendatangi ponpes. Ratusan warga ini berdatangan usai salat Jumat. Mereka tidak bisa masuk ke pesantren karena pintu pagar dikunci rapat-rapat. Murid-murid pesantren juga tidak tampak. Mereka berada di dalam karena takut keluar. Massa di luar berteriak-teriak meminta agar pesantren ditutup jika pimpinannya tetap Nuzlan.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































