Kasus Adam Air, Dari Isu Pilot Bermesraan Hingga Narkoba
Jumat, 24 Mar 2006 15:21 WIB
Jakarta - Banyak spekulasi terkait pesawat Adam Air yang berputar-putar tanpa tujuan selama 3 jam sebelum mendarat darurat di Bandar Udara Tambolaka, Sumba Barat, NTT. Salah satu dugaan, kejadian itu disebabkan karena sang pilot asyik bermesraan dengan pramugari. Wah!!Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam belum bisa membantah atau membenarkan dugaan tersebut. Mabes Polri masih terus melakukan penyelidikan. "Dugaan apa pun boleh saja, tapi arah penyelidikan kita sekarang pada teknis," kata Anton dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (24/3/2006).Dalam penyelidikan kasus itu, Mabes Polri awalnya mengarah pada dugaan narkoba. Dugaan itu terkait keterlambatan 3 jam yang dilakukan sang pilot. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan, dugaan itu tak terbukti. "Hasilnya negatif," kata Anton. Gagal dengan dugaan narkoba, polisi kini mengarahkan penyelidikan pada objek penerbang artinya teknis penerbangan yang dilakukan pilot dan kopilot. "Ini sedang dikembangkan. Nantinya bisa bertambah tersangkanya," kata Anton.Pada 11 Februari lalu, pesawat Adam Air dengan rute Jakarta-Makassar ini terpaksa mendarat di Bandara Tambolaka setelah tiga jam berputar-putar tanpa tujuan. Dengan alasan peralatan komunikasi dan navigasi yang ada dalam pesawat tersebut rusak total, akhirnya pilot Tri Nusiyogo memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Tambolaka.Mabes Polri, Kamis 23 Maret kemarin, menahan Kapten Pilot Adam Air Tri Nusiyogo dan Kopilot Ahmad Deni Syaifuddin terkait kasus tersebut.
(iy/)











































