TNI Bantah Jadi Penyebab Warga Papua Minta Suaka ke Australia
Jumat, 24 Mar 2006 14:57 WIB
Jakarta -
Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto gerah dituding pihaknya jadi penyebab warga Papua minta suaka politik ke Australia. TNI tidak pernah mengintimidasi mereka."Tidak ada kejaran atau pun intimidasi. Itu tolong diluruskan. Tidak ada satu pun aparat TNI yang mengejar-ngejar ke-43 orang ini. Saya bisa menjamin itu," tegas Djoko.Djoko mengungkapkan hal itu usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Menko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (24/3/2006).Sebenarnya, lanjut dia, jika mereka tidak melakukan tindakan kriminal apapun tidak perlu mereka dihantui rasa takut."Kalau ada statemen yang mengatakan, TNI telah melakukan kekerasan atau pun penembakan, itu tidak benar," katanya.Djoko sendiri merasa aneh dengan sikap pemerintah Australia yang tampak permisif terhadap 43 warga Papua itu. Padahal sikap mereka sesungguhnya sangat keras terhadap para imigran."Ada imigran atau nelayan yang mancing saja mereka begitu segeranya menangkap, diberikan warning. Bahkan ditindak, tapi kenapa yang ke-43 orang ini mulus begitu saja. Kalau nelayan saja bisa ditangkap, diusir, bahkan dibakar, yang ini kok demikian mulus diterima di negara bagian sana," beber Djoko.Mengenai sikap TNI, Djoko mengatakan, tidak jauh berbeda dengan sikap Menlu Hassan Wirajuda dan Menko Polhukam Widodo AS."Statemen mereka merupakan cerminan kita juga. Jadi saya rasa sikap TNI sama terhadap itu," katanya.Djoko juga menegaskan, kedaulatan adalah hal yang tidak bisa diganggu gugat dan TNI dalam hal ini sesuai dengan tugasnya, yaitu menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.
(umi/)










































