Tawuran Antarwarga di Pasar Manggis, 15 Orang Diamankan Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 11:19 WIB
ilustrasi tawuran
Foto Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Aksi tawuran terjadi di daerah Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, kemarin sore. Sejumlah orang yang diduga terlibat tawuran itu diamankan polisi.

"Sudah ada lagi diproses pemeriksaan. Ada 15 orang (diamankan)," kata Kabag Ops Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ruslan Idris saat dihubungi detikcom, Rabu (21/7/2021).

Aksi tawuran di daerah Pasar Manggis diketahui terjadi sebanyak tiga kali pada Selasa (19/7). Peristiwa itu terjadi sejak dini hari kemarin sebanyak dua kali dan berulang kembali pada sore harinya.

Menurut Ruslan, 15 orang yang diamankan ini berasal dari warga Pasar Manggis dan beberapa juga berasal dari luar wilayah tersebut. Polisi kini tengah memeriksa para terduga pelaku ini sebelum menetapkan status tersangka.

Penyebab aksi tawuran itu pun kini masih diselidiki polisi. Namun, sejauh ini tawuran tersebut diduga akibat masalah petasan.

"Informasinya sih ada petasan aja itu gara-gara ledakan petasan," katanya.

Ke-15 orang terduga pelaku tersebut kini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Setiabudi. Sejumlah saksi di lokasi pun masih diperiksa intensif.

Tawuran di lokasi tersebut diketahui terjadi tiga kali kurang dari 24 jam pada Selasa (19/7). Aksi pertama terjadi dini hari sebanyak dua kali mulai pukul 01.00 WIB.

Usai kondisi mulai kondusif, peristiwa serupa terjadi pada pukul 16.00 WIB. Hingga kini belum diketahui penyebab terjadinya tawuran warga tersebut.

"Tadi sore ada lagi (tawuran) nggak ngerti juga masalahnya apa. Dari awal kita rapat juga kita cari solusi juga belum tahu ya," ujar Lurah Pasar Manggis, Purwati, saat dihubungi detikcom, Selasa (19/7).

Sejumlah barang milik warga ikut dirusak. Aksi bakar ban dan kayu pun terjadi saat tawuran berlangsung.

"Kalau warung kan ada warung bakso itu ada yang pecah kacanya terus warung sembako sempat juga ada yang dirusak juga," ungkap Purwati.

"Kalau bakar-bakaran warung nggak ada. Bakar itu mungkin dia mau cari sensasi atau apa dia bakar kayu atau ban seolah-olah ada bakaran apa gitu. Kalau warung dibakar situ satu bisa merembet," tambahnya.

(ygs/dwia)