Kemenag DKI Sudah Dekati Pengurus Masjid tapi Masih Gelar Salat Idul Adha

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 07:15 WIB
masjid.
Ilustrasi (dikhy sasra/detikcom)
Jakarta -

Dewan Masjid Indonesia (DMI) menerima laporan ada 36 masjid di DKI Jakarta yang menggelar salat hari raya Idul Adha. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanil Kemenag) DKI Jakarta mengungkap bahwa telah mendekati pengurus masjid namun tetap ada yang menggelar salat Idul Adha.

"Bahwa kita sudah bergerak secara masif menggandeng dengan pemerintah daerah terkait edaran Pak Menteri Agama Nomor 17 tahun 2021 yang intinya meniadakan salat Idul Adha di tempat ibadah," kata Kakanwil Kemenag DKI, Saiful Mujab kepada wartawan, Selasa (20/7/2021).

Selain Surat Edaran Menteri Agama, dasar ditiadakannya salat Idul Adha di Jakarta adalah seruan gubernur, serta imbauan DMI, dan ormas Islam sepakat untuk mengawal. Namun disadari Saiful, fakta di lapangan masih ada yang berbeda.

"Namun, karena di lapangan masih, mungkin masih ada yang meyakini kalau salat harus di masjid, kan begitu, padahal itu salat sunah, kan begitu. Tapi setidaknya dari 3.300 masjid hanya 36, ya saya pikir ya gimana lagi, itukan keadaannya seperti itu, tapi secara maksimal kita ingin, sudah secara maksimal," ujarnya.

Saiful menjelaskan bahwa ada 500 penyuluh sudah dikerahkan untuk mengimbau pengurus masjid tak menggelar salat Idul Adha. Selain itu, KUA, madrasah, hingga kecamatan sudah digerakkan bekerja sama dengan polsek dan koramil.

"Kita sudah memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa saat ini akan lebih baik kalau di rumah, karena dengan pandemi yang luar biasa. Namun, ya karena di masyarakat yang mungkin gitu, masih beranggapan bahwa kalau tidak di masjid kurang afdol, masih ada yang merasa, ya tadi, sama saja dengan COVID itu masih ada yang percaya, ada yang tidak kan," ucapnya.

"Padahal faktanya rumah sakit sudah tumpah ruah di rumah sakit, banyak tetangga kita, banyak di lingkungan kita setiap hari meninggal," tambahnya.

Saiful menilai sebagian masjid tetap menggelar salat Idul Adha merupakan faktor alami, di mana tidak semua masyarakat mengikuti imbauan pemerintah dan ormas Islam. Penyuluh Kemenag DKI telah mendekati pengurus masjid agar tak menggelar salat Idul Adha, namun tiba-tiba masih ada masjid yang menggelar salat Idul Adha.

"Jadi gini, penyuluh itu bahkan sudah mendeteksi sehari sebelumnya sudah mendeteksi bila ada tanda-tanda mau melaksanakan sudah didekati pengurusnya. Jadi kemarin sore itu penyuluh sudah menyebar, oh masjid ini ada tanda-tanda mau (salat) Id. Sudah didekati, yang lucu lagi gitu, 'Oke Pak saya tidak akan mengadakan'. Tiba-tiba pagi mengadakan, begitu ada yang dikonfirmasi 'Pak ini hanya sedikit Pak, hanya beberapa orang', jadi sebenarnya ada yang maksimal ada yang tidak," imbuhnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Lihat juga Video: Momen Wapres Ma'ruf Amin Imami Salat idul Adha di Rumah Dinas

[Gambas:Video 20detik]




DMI sebelumnya mengungkap ada 36 masjid di Jakarta yang menggelar salat hari raya Idul Adha. Ketua DMI DKI Jakarta Makmun Al Ayyubi mengatakan laporan masjid melaksanakan salat Id paling banyak di wilayah Jakarta Utara.

"Kita baru terima laporan di beberapa tempat saja. Saya lihat (laporan dari) lapangan (di) Jakarta Utara. Kemudian Jakarta Pusat ada nih, Masjid Nurussamaniyah," kata Makmun saat dihubungi, Selasa (20/7).

Makmun mengatakan hal ini akan dijadikan evaluasi bersama. Ke depan, dia meminta masjid-masjid dapat mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak melaksanakan salat berjemaah di masa PPKM Darurat.

"Kami hanya anjuran, imbauan bersama sama MUI dan NU dan semua lembaga kelembagaan dan ormas islam. Biarpun kenyataannya di lapangan masih banyak viral yang menyelenggarakan. ini menjadi evaluasi kita ke depan," ujarnya.

(rfs/jbr)