Brimob Otak Perampokan Rp 2,46 M Dibekuk di Aceh

Brimob Otak Perampokan Rp 2,46 M Dibekuk di Aceh

- detikNews
Jumat, 24 Mar 2006 14:36 WIB
Jakarta - Polisi kembali membekuk seorang anggota Brimob yang turut menyutradarai perampokan Rp 2,46 miliar di Jakarta beberapa waktu lalu. Brigadir Dua P, demikian inisial tersangka itu.P adalah salah seorang dari empat orang anggota Brimob yang terlibat perampokan mobil pengiriman uang PT Trans National Solutions (TNS)pada 18 Januari silam. Sedangkan tiga kawannya, sudah dibekuk lebih dulu.Sampai saat ini P masih diamankan di Polda Aceh. "Dia sedang dibawa ke mari," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani usai salat Jumat di kantornya, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (24/3/2006).Menurut Firman, peran anggota Brimob dalam perampokan tersebut adalah meminjamkan pakaian dan senjata yang digunakan untuk perampokan."Mereka tidak ikut melakukan perampokan tersebut," tegas Firman.Dijelaskannya juga, pengungkapan keterlibatan anggota Brimob ini merupakan hasil pengumpulan informasi dari anggota-anggota Brimob yang sudah tidak aktif. Mereka mendengar ada perencanaan untuk merampok mobil uang tersebut.Saat ini polisi juga masih terus mengejar tujuh orang sipil yang terlibat dalam perampokan. "Mereka semua berasal dari Aceh," kata Firman.Mereka pernah merencanakan dua kali perampokan. Namun gagal. Hanya dalam perampokan mobil pengiriman uang PT Trans National Solusions saja kompolotan ini mendulang sukses."Catatan kejahatan ketujuh orang sipil itu masih diselidiki," kata Firman.Pekan ini juga, polisi telah menangkap 3 anggota Brimob lainnya yang terlibat kasus ini. Mereka adalah Brigadir H, Brigadir AS, dan Brigadir AR.H dan AS ditangkap 3 hari lalu di Ambon karena keduanya memang bertugas di daerah itu. Sedang AR dibekuk di Kedunghalang, Bogor, sehari kemudian. Bersama P, ketiga polisi itu perah bersama-sama bertugas di Kedunghalang. Pendesaian perampokan ini adalah H.Dalam aksi perampokan yang terjadi 18 Januari lalu, komplotan ini menerjunkan anggota sipilnya. Orang sipil itu diberi pinjaman baju Brimob dan senjata api.Orang sipil berinisial T ini memperkenalkan diri pada karyawan PT TNS yang dikawalnya -- Ari Santoso dan Beni Sanjaya -- sebagai Sukamto.Rombongan kecil ini membawa uang dengan menumpang Panther. Tugas mereka adalah mengambil uang dari klien lalu menyetorkan ke bank. Duit yang telah diambil rombongan ini adalah dari pusat belanja Hero dan Makro di Cilandak.Di Hero Cilandak, Sukamto mengajak dua rekannya ikut mobil Panther yang mereka gunakan. Di pertengahan jalan, perampokan terjadi. (nrl/)


Berita Terkait