Australia Tegaskan Tetap Dukung Papua Sebagai Bagian RI
Jumat, 24 Mar 2006 12:35 WIB
Jakarta -
Pemerintah Australia meyakinkan pemerintah RI bahwa pihaknya tetap menentang kemerdekaan Papua. Penegasan ini disampaikan meskipun Australia telah memberikan visa perlindungan bagi 42 pencari suaka asal Papua.Keputusan pemberian visa sementara itu telah menimbulkan kemarahan pemerintah RI. Tapi Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Alexander Downer mengatakan, dirinya baru-baru ini telah berbicara dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono guna menjelaskan sikap negeri Kangguru itu."Kami tentu saja tidak sedang berupaya mengubah sikap kami mengenai pengakuan Papua Barat sebagai bagian dari Republik Indonesia. Kami memegang kuat pandangan bahwa Papua Barat harus tetap menjadi bagian Indonesia," tegas Downer seperti dikutip Australian Broadcasting Corp, Jumat (24/3/2006).Sebelumnya Menteri Imigrasi Australia Amanda Vanstone mengumumkan pada Kamis (23/3/2006) kemarin, visa perlindungan selama 3 tahun telah diberikan kepada 42 orang Papua yang tiba dengan perahu tradisional di Cape York, Australia pada Januari lalu. Sementara keputusan terhadap seorang lagi dari rombongan itu masih belum ditetapkan. Mereka menuding militer Indonesia melakukan pembersihan etnis di tanah mereka. Downer berharap pemberian visa ini tidak akan menimbulkan ketegangan baru dengan pemerintah Indonesia. "Saya melihat tidak ada gunanya melakukan pembalasan," kata Downer yang mengimbuhkan pemerintahnya terpaksa melakukan itu demi hukum di Australia.Pemerintah Australia tidak menjelaskan secara detail alasan pemberian visa perlindungan itu. Namun biasanya, visa seperti itu hanya dikeluarkan ketika para pencari suaka bisa membuktikan adanya "ketakutan yang beralasan untuk disiksa" karena alasan ras, agama atau keanggotaan kelompok sosial maupun politik.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































