Mahfud Md Salat Idul Adha di Rumah Dinas, Tunda Sungkem ke Ibunda

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 09:46 WIB
mahfud md gelar salat Idul Adha bersama keluarga di rumah dinas
Mahfud Md menggelar salat Idul Adha bersama keluarga di rumah dinas. (Foto: Dok. Instagram Mahfud Md)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menggelar salat Idul Adha secara terbatas di rumah dinasnya bersama keluarga dan beberapa staf. Salat Id tersebut dilaksanakan dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

"Dalam suasana pandemi COVID-19, kita harus kembali menunda sungkem ke ibu dan merayakan Lebaran bersama keluarga seperti dalam kondisi normal," kata Mahfud dalam akun Instagram resminya, @mohmahfudmd, Selasa (20/7/2021).

Adapun imam dan khatib salat Idul Adha tersebut adalah Walpri Menko Polhukam Ali Fakaubun. Pelaksanaan salat Id tersebut dilaksanakan dengan menjaga jarak dan diikuti beberapa jemaah saja.

Jemaah yang mengikuti salat Id tersebut juga tampak memakai masker. Mahfud berharap pandemi COVID-19 segera selesai dan masyarakat diminta memakai protokol kesehatan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

"Semoga pandemi cepat berlalu, mari kita sama-sama menjaga dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Mudah-mudahan Allah selalu melindungi dan memberi kesehatan bagi kita semua," ungkapnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md berharap perayaan Idul Adha yang akan berlangsung pada Selasa, 20 Juli, tidak menimbulkan kerumunan. Dia mengimbau masyarakat melaksanakan salat di rumah masing-masing.

"Besok hari Selasa tanggal 20 Juli 2021 kita akan merayakan hari raya Idul Adha. Mari kita rayakan sesuai situasi dan kondisi yang kita hadapi yaitu situasi COVID-19, oleh sebab itu sangat diharapkan kita tidak melakukan kerumunan. Sebaiknya salat dilaksanakan di rumah masing-masing sebagaimana fatwa lembaga keagamaan," kata Mahfud melalui keterangan tertulis, Senin (19/7/2021).

Mahfud berharap, dalam merayakan Idul Adha, masyarakat dapat menjaga satu sama lain. Dia mengingatkan agar penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

"Penyembelihan kurban dilakukan dengan mengindahkan protokol kesehatan agar kita bisa menjaga diri kita dan diri orang lain," ujarnya.

(yld/hri)