Round-Up

Menohok Bully ke Satpol PP Pemukul Pasutri Bikin Mental Keluarga Syok

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 06:59 WIB
Tangkapan layar video viral oknum Satpol PP Gowa memukul ibu hamil 9 bulan (dok. Istimewa).
Foto: Tangkapan layar video viral oknum Satpol PP Gowa memukul ibu hamil 9 bulan (dok. Istimewa).

Mardani Ditahan Polisi

Polres Gowa resmi menahan Mardani yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Penahanan Sekretaris Satpol PP Kabupaten Gowa itu dilakukan setelah pemeriksaan di internal Pemkab Gowa beres.

"Terhadap tersangka sudah kita lakukan penahanan," ujar AKP Mangatas Tambunan kepada wartawan, Senin (19/7/202).

Mardani ditetapkan sebagai tersangka kasus pemukulan pasutri pemilik warung kopi (warkop) saat razia PPKM mikro. Mardani sebelumnya tidak langsung ditahan setelah dijadikan tersangka.

Surat perintah penahanan Mardani tersebut tertuang dalam SP.Han No. /90/VII/2021/Reskrim tertanggal 18 Juli 2021. Surat itu ditandatangani Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman.

Eks Sekretaris Satpol PP Gowa Mardani Hamdan (pakai peci) pemukul pasutri tiba di Polres Gowa.Eks Sekretaris Satpol PP Gowa Mardani Hamdan (pakai peci) pemukul pasutri tiba di Polres Gowa. (Hermawan-detikcom)

Mardani ditetapkan menjadi tersangka kasus pemukulan pasutri saat razia PPKM mikro pada Jumat (16/7) lalu. Namun Mardani tidak langsung ditahan karena masih harus menjalani pemeriksaan di internal Satpol PP Gowa.

Jabatan Mardani Dicopot Bupati

Bupati Gowa Adnan Puchrita Ichsan resmi mencopot Mardani Hamdan dari jabatannya sebagai Sekretaris Satpol PP Gowa. Adnan juga turut menegur Pj Sekda Gowa Kamsina berkaitan dengan pemukulan yang dilakukan Mardani.

"PJ Sekda Gowa, juga telah saya berikan teguran atas jabatannya sebagai Sekda Gowa," ujar Adnan dalam postingan akun Instagram pribadinya, Sabtu (1/7/2021). Humas Pemkab Gowa telah mengizinkan detikcom untuk mengutip pernyataan Adnan tersebut.

Adnan mengatakan pencopotan dilakukan karena Mardani terbukti melakukan pelanggaran disiplin sebagai aparatur sipil negara (ASN).

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, Mardani telah melanggar kedisiplinan ASN. Atas dasar itu, hari ini, Sabtu, 17 Juli, yang bersangkutan saya copot dari jabatannya," ungkap Adnan.

Adnan juga menegaskan telah menyerahkan proses hukum pidana Mardani ke Polres Gowa.

Jika nantinya Mardani divonis pengadilan dan berstatus inkrah, maka eks Sekretaris Satpol PP Gowa itu bisa saja mendapatkan hukuman tambahan dari Pemkab Gowa seperti diatur di Peraturan Pemerintah (PP) No. 17/2020 tentang Perubahan atas PP No. 11/2017 tentang Manajemen PNS.

Seperti diketahui, kasus ini bermula saat tim empat operasi pengetatan PPKM Mikro Gowa yang merazia warkop pasangan suami istri, Ivan (24) dan Amriana (34) di Kelurahan Panciro, Gowa, pada Rabu (14/7) malam.

Razia PPKM di rumah Ivan tersebut diwarnai pemukulan oleh Mardani kepada Ivan dan istrinya hingga viral di media sosial.

Tim yang melakukan razia dipimpin Pj Sekda Gowa Kamsina. Bupati Gowa pun akan menegur Kamsina

"Keputusan ini saya ambil berdasarkan kewenangan saya sebagai Kepala Daerah. Keputusan ini sekaligus sebagai warning bagi perangkat pemerintahan dalam menjalankan tugas-tugasnya," tegasnya.



Simak Video "Jokowi Soroti Satpol PP Gowa Pukul Pasutri: Memanaskan Suasana"
[Gambas:Video 20detik]

(jbr/nvl)