Polri Gandeng Kominfo Usut Kasus Hoax Ambulans Mondar-mandir Takuti Warga

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 01:22 WIB
Petugas bersiap menurunkan jenazah yang akan dimakamkan dengan protokol COVID-19 dari dalam mobil ambulans di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (21/6/2021). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Senin (21/6) menyebutkan kasus positif COVID-19 bertambah 14.536 orang sehingga total menjadi 2.004.445 orang, sementara kasus pasien sembuh bertambah 9.233 orang menjadi 1.801.761 orang, dan kasus meninggal akibat COVID-19 bertambah 294 jiwa sehingga totalnya menjadi 54.956 jiwa. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Ilustrasi Mobil Ambulan (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta -

Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay meminta polisi menangkap pelaku penyebar kabar adanya ambulans kosong yang sengaja mondar-mandir untuk menakut-nakuti warga. Polri menyatakan akan turun tangan menangani kasus tersebut.

"Dilakukan penyelidikan kebenaran kasus tersebut," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Senin (19/7/2021).

Argo menjelaskan Polri tidak sendiri dalam mengusut kasus hoax itu. Menurutnya, kepolisian turut menggandeng Kominfo untuk memburu pelaku hoax.

"Dan kita komunikasikan ke Kominfo kaitannya dengan adanya hoax tersebut," imbuhnya.

Sebelumnya, beredar kabar palsu bahwa ambulans yang mondar-mandir tak berisi atau kosong untuk menakut-nakuti warga. PAN meminta polisi menangkap penyebar hoax tersebut.

"Pihak kepolisian diminta untuk mengusut pelaku penyebar hoaks. Kepolisian memiliki satuan khusus terkait hal itu, Dittipidsiber (direktorat tindak pidana siber). Satuan ini biasanya selalu cepat dalam memburu para pelaku siber. Diharapkan, dengan tindakan cepat dan tegas dari aparat hukum, para pelaku akan segera ditangkap," ujar Saleh Partaonan Daulay kepada detikcom, Minggu (18/7).

Contohnya seperti yang terjadi di Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Polisi meringkus pelaku perusakan mobil ambulans yang tengah membawa pasien dengan merusak kaca mobil ambulans menggunakan helm karena termakan medsos yang menyebut banyak mobil ambulans yang lalu-lalang aslinya tidak membawa pasien.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan bahwa kejadian bermula saat sopir ambulans, yakni AA (27), warga Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, mengendarai mobil ambulans bernomor polisi K-8489-ZA bersama 2 saksi, Selasa (13/7/2021) petang. Mobil yang membawa pasien suspek COVID-19 ini melintas di Jalan Wonosari tepatnya dari arah barat menuju arah timur.

"Nah, sesampainya di depan Polsek Piyungan itu mobil ambulans disalip 2 orang berboncengan pakai motor. Selanjutnya motor itu berjalan zigzag di depan ambulans," katanya saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Rabu (14/7).

Hal itu membuat AA mempertanyakan alasan pengendara motor tersebut berhenti di tengah jalan. Alhasil, terjadi cekcok mulut dan tiba-tiba salah seorang saksi sempat dipukuli orang tak dikenal.

Atas kejadian tersebut, AA melaporkannya ke Polres Bantul. Mendapat laporan itu, polisi langsung bergerak dan malam harinya meringkus IZ alias Unyil (28), warga Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul.

Dari pengakuan, ternyata Unyil yang melempar kaca belakang mobil ambulans menggunakan helm miliknya. Menyoal alasan Unyil melakukan hal tersebut karena kesal terhadap sirene dan klakson ambulans yang membuatnya terburu-buru.

Tak hanya itu, Unyil melakukan perusakan mobil ambulans karena menduga mobil tersebut tidak sedang membawa pasien. Pasalnya, dia kerap melihat di medsos bahwa banyak ambulans mondar-mandir sambil menghidupkan sirene padahal tidak membawa pasien.

"Jadi selama ini pelaku (Unyil) terprovokasi video maupun chat di media sosial yang menyebut jika selama ini ambulans kosong hanya muter-muter untuk menakuti warga," ucapnya.

Simak Video: Sopir Bantah Ambulans Kosong Berkeliaran untuk Takuti Masyarakat

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Unyil Rusak Ambulans Pengangkut Pasien Corona, Termakan Isu di Medsos!"
[Gambas:Video 20detik]
(dwia/dwia)