Round-Up

Undangan Promosi Toko di Aceh Pakai Selebgram Berujung Kerumunan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 23:03 WIB
Screenshot video viral warga berkerumun sambut selebgram di Aceh (dok. istimewa)
Foto: Screenshot video viral warga berkerumun sambut selebgram di Aceh (dok. istimewa)
Jakarta -

Sebuah toko di Lhokseumawe, Aceh, mengundang selebgram berinisial HK untuk promosi. Namun sayang, promosi pakai selebgram itu menimbulkan kerumunan warga.

Kerumunan imbas adanya promosi toko mengundang selebgram itu viral di media sosial. Dilihat detikcom, Senin (19/7/2021), video itu awalnya sempat diunggah di Instagram dan Tiktok selebgram tersebut, namun telah dihapus. Lalu video itu beredar di sejumlah akun lain.

Dalam video itu, tampak warga menunggu selebgram wanita itu di depan toko. Video awalnya direkam dari dalam mobil yang ditumpangi selebgram tersebut. Setelah itu, selebgram itu turun didampingi sejumlah orang seolah seperti ajudan.

Sejumlah aparat tampak menghalau warga yang berkerumun. Masyarakat di sana merekam kedatangan selebgram itu dengan gawai mereka. Video kerumunan disebut terjadi di kawasan Pasar Inpres, Kota Lhokseumawe.

Undang Selebgram untuk Endorse

Kasubbag Humas Polres Lhokseumawe Salman Alfarisi mengatakan, kerumunan itu diduga terjadi pada Jumat (16/7). Selebgram itu disebut datang ke lokasi untuk mempromosikan salah satu toko di sana.

"Menurut kabar hanya endorse saja," kata Salman.

Menurut Salman, petugas Satpol PP dan Polres Lhokseumawe sedang mendalami kasus itu. Pemprov Aceh sendiri telah melarang warga berkerumun demi mencegah penyebaran virus Corona.

"Kita tunggu perkembangannya," ujar Salman.

Polisi Periksa Pemilik Toko

Warga di Lhokseumawe, Aceh, berkerumun saat menyambut kedatangan selebgram Aceh berinisial HK. Polisi bakal memberikan sanksi ke pemilik toko yang membuat kegiatan tersebut.

"Polres Lhokseumawe sudah mengambil langkah melakukan pemeriksaan kepada pemilik toko grosir tersebut," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Winardy, saat dimintai konfirmasi, Senin (19/7).

Polisi, kata Winardy, masih melakukan koordinasi dengan Satgas COVID-19 Lhokseumawe untuk memberikan sanksi kepada pemilik toko tersebut. Menurutnya, kegiatan itu tidak mengantongi izin keramaian dari polisi.

"Pihak toko tidak ada koordinasikan dengan pihak Polres atau Satgas COVID kabupaten, yaitu izin keramaian atau izin dari Satgas untuk melaksanakan kegiatan tersebut," jelas Winardy.

"Tentang pihak keamanan yang mengawal itu bukan dari pihak Polri dan tidak ada koordinasi dengan Polri," lanjutnya.

(fas/dwia)