Anies: Mobilitas Warga DKI Turun 50% tapi Turunkan Kasus COVID Perlu Waktu

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 18:57 WIB
Prajurit TNI bersiap mengikuti Apel Gelar Pasukan Pengetatan PPKM Mikro wilayah DKI Jakarta di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (18/6/2021). Apel Gelar Pasukan yang diikuti personel gabungan TNI-Polri-Satpol PP tersebut dalam rangka pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro di wilayah DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan penerapan PPKM darurat membuat mobilitas warga di DKI Jakarta turun signifikan hingga mencapai 50%. Tetapi, Anies menyebutkan, untuk menurunkan kasus COVID-19 masih membutuhkan waktu.

"Kalau kita melihat dari sisi mobilitas penduduknya sudah terlihat penurunan yang sangat signifikan, kalau itu sampai 50 persen penurunannya. Tetapi, pada angka kasusnya, itu masih akan perlu waktu," kata Anies kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/7/2021).

Anies menjelaskan kasus Corona harian yang biasa di-update setiap hari bukan merupakan kasus hari ini. Menurutnya, kasus-kasus yang diumumkan hari ini merupakan kasus-kasus 3-4 hari yang lalu, yang hasil tesnya baru keluar.

"Intinya setiap kebijakan yang menyangkut pembatasan mobilitas, efek di angka kasus COVID itu perlu waktu dua mingguan. Karena yang kita lihat sebagai kasus baru hari ini adalah pengumuman hasil tes, tesnya bisa jadi dilakukan 3-4 hari yang lalu," ucapnya.

Lebih lanjut, Anies, menjelaskan penanganan COVID-19 selalu membutuhkan waktu. Dia pun menggambarkan kondisi para pasien COVID-19 yang bisa jadi baru melakukan tes antigen atau PCR setelah 5 hari merasakan gejala.

"Lalu sebelum tes dia merasakan gejala mungkin 5 hari sampai seminggu yang lalu, tertularnya bisa jadi 5 hari sebelumnya. Jadi, selalu perlu waktu, karenanya ketika berbicara tentang angka-angkanya kita perlu melihat rata-rata setelah berjalan 2 minggu," ujarnya.

Diketahui, PPKM darurat dilakukan sejak 3-20 Juli 2021. Mobilitas warga pun dibatasi dengan cara dilakukan penyekatan sebanyak 1.038 titik dari Lampung sampai Bali.

Sementara itu, angka harian COVID-19 di Indonesia hari ini menunjukkan 34.257 kasus baru, lebih rendah ketimbang catatan sehari sebelumnya. Hari ini, ada 193.437 spesimen yang diperiksa.

Simak video 'Luhut: Butuh 14-21 Hari Turunkan Kasus COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]

(fas/fas)