Suara Mahasiswa

Setnov Bawa Ponsel di Lapas, GMNI Imanuel: Keteledoran Terulang Lagi

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 15:06 WIB
Ketua Bidang Hukum dan Perundang-Undangan DPP GMNI Aang Sirojul Munir (Dok GMNI pimpinan Imanuel Cahyadi)
Ketua Bidang Hukum dan Perundang-Undangan DPP GMNI Aang Sirojul Munir (Dok GMNI pimpinan Imanuel Cahyadi)
Jakarta -

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) pimpinan Imanuel Cahyadi mengkritik peristiwa menghebohkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, yakni Setya Novanto (Setnov) terpotret membawa ponsel pintar, padahal hal tersebut tidak boleh terjadi. GMNI menyoroti hal ini sebagai peristiwa pelanggaran berulang dan ada kemungkinan juga terjadi lagi di kemudian hari.

"Saya perkirakan permasalahan Lapas ini akan terulang lagi pada masa Yasonna Laoly (Menkumham) kalau dia tidak berbenah akan jadi keteledoran yang terus terulang yang dilakukan Kemenkumham karena sistem pengawasan Lapas yang dilakukan Kemenkumham lemah," kata Ketua Bidang Hukum dan Perundang-Undangan DPP GMNI Aang Sirojul Munir dalam keterangan tertulis GMNI, Senin (19/7/2021).

Dia berkaca pada peristiwa pelanggaran sebelumnya yang dilakukan Setnov selaku narapidana penghuni Lapas. Seolah-olah peristiwa itu dibiarkan menguap begitu saja menunggu publik lupa dan akhirnya terjadi pelanggaran lagi.

Mantan Ketua DPR itu dulu juga pernah kepergok pelesiran ke toko bangunan, padahal dia adalah penghuni Lapas Sukamiskin. Peristiwa itu terjadi di Padalarang pada 14 Juni 2019.

Setnov juga pernah membuat kehebohan menggunakan sel palsu di Lapas Sukamiskin saat wartawan Najwa Shihab melakukan sidak pada Juli 2018. Di sel palsu itu ada 'body mist cologne' merek Pucelle dan parfum wanita Victoria's Secret Body Mist Pure Seduction. Najwa tidak percaya bahwa sel itu dihuni Setnov.

Beredar foto Setya Novanti bawa HP di Lapas Sukamiskin.Beredar foto Setya Novanto bawa HP di Lapas Sukamiskin. (Dok. istimewa)

Ternyata betul, itu memang bukan sel Novanto. Ini dikonfirmasi oleh Menkumham Yasonna Laoly. Novanto sebenarnya tinggal di sel mewah. Ini ketahuan saat Ombudsman melakukan sidak pada 13 September 2018.

"Peristiwa ini merupakan hal yang sangat memalukan. Isu Lapas dan permasalahan dalam pengelolaannya merupakan isu lama yang tidak kunjung usai dibenahi oleh Kemenkumham, seperti lazim diketahui bahwa lapas-lapas berada dalam otoritas Kemenkumhan," kata Aang.

Pihak Lapas sudah menegur Setnov. Namun GMNI menilai ini tidak boleh berhenti pada teguran kepada Setnov yang membawa ponsel, melainkan harus diteruskan sampai oknum-oknum lain yang membuat pembawaan ponsel oleh narapidana di Lapas Sukamiskin itu memungkinkan terjadi. Tanpa oknum-oknum lain, pembawaan ponsel tidak mungkin terjadi.

"Lantas siapa yang membawakan HP tersebut untuk Setya Novanto, ada tidak pegawai Lapas yang terlibat, sudah ditindak atau belum orang-orang tersebut, lagian pernyataan Kalapas juga aneh, masa kejadian 2020 baru jadi temuan baru-baru ini dan seolah dia tahu setelah foto tersebar," kata Aang.

Otoritas yang berwenang menangani Lapas adalah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM menyebut foto Novanto berponsel pintar di Lapas itu adalah foto Idul Adha tahun lalu. Namun Ditjen Pas tetap akan mengusut.

"Kalau handphone jelas nggak boleh. Ya kalau mau foto kan bisa siapa saja, itu memang lagi dicek dulu ya. Kalau memang teman-teman media ingin tahu kan, foto kan bisa siapa saja yang foto," kata Kabag Humas dan Publikasi Ditjen Pas Rika Aprianti, Sabtu (19/7) kemarin.

(dnu/dnu)