Pimpinan DPRD: NASA Laporkan Jakarta Berisiko Tenggelam, Jadi Warning!

Tiara Aliya - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 12:09 WIB
M Taufik (Wilda Hayatun Nufus/detikcom).
M Taufik (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dalam laporan terbarunya menyatakan Jakarta sangat berisiko dan rentan tenggelam. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menyebut laporan ini sebagai peringatan tentang kondisi Jakarta.

"Saya mau mengatakan bahwa laporan (NASA) itu menjadi warning kita. Kita pelajari, kumpulkan seluruh ahli. Saya kira orang Indonesia banyak yang ahli-ahli. Kumpulkan dan diskusikan, solusinya apa," kata Taufik saat dihubungi, Senin (19/7/2021).

Politikus Gerindra itu mengatakan saat ini sudah banyak ilmuwan dan ahli yang memprediksi Jakarta akan tenggelam, baik ilmuwan dari dalam negeri maupun luar negeri. Menurutnya, saat inilah waktunya mencari solusi dan membuktikan prediksi tersebut.

"Saya kira ini mesti dibuktikan dengan teknologi, dikaji dan didiskusikan secara mendalam, nggak bisa dengan cara statement. Statement begitu kan sudah lama nih, nggak usah NASA orang sudah lama, selalu ahli kita bilang bahwa sekian tahun Jakarta akan tenggelam," ujarnya.

Salah satu penyebab Jakarta berpotensi tenggelam yang dipaparkan NASA adalah adanya penyedotan air tanah secara masif. Akibatnya, 40 persen permukaan tanah di Jakarta berada di bawah permukaan laut saat ini.

Terkait hal ini, Taufik menyarankan agar penemuan ini dikaji. "Sekarang diadu saja konsep penemuan itu dengan temuan yang ada di Republik Indonesia, bener nggak 40 persen turun," ucapnya.

Laporan NASA

Prediksi Jakarta sangat berisiko dan rentan tenggelam itu diungkapkan NASA pada laman resminya tengah tahun ini. Penyebabnya, kombinasi banyak faktor, perubahan iklim, jumlah penduduk yang terus bertambah, juga eksploitasi air di ibu kota RI itu.

"Dengan meningkatnya suhu global dan pencarian lapisan es, banyak kota pesisir menghadapi risiko banjir yang semakin besar. Itu dikarenakan kenaikan permukaan air laut," tulis NASA.

Rata-rata permukaan laut global naik sebesar 3,3 milimeter per tahun. Sudah begitu, hujan semakin intens dengan atmosfer yang makin memanas.

Selain itu, turunnya permukaan tanah Jakarta juga dipercepat oleh urbanisasi, perubahan fungsi lahan, dan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat. Menyempit atau tersumbatnya saluran sungai dan kanal oleh sedimen dan sampah juga turut mempercepat penurunan tanah Jakarta.

Simak video 'Astronaut NASA Tanam Cabai di Luar Angkasa, Emang Bisa?':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)