Sandiaga Batalkan Rencana Terbang ke AS untuk Promosi Kuliner

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 19:59 WIB
Ini Kiat-kiat Sukses Bisnis Kuliner dari Sandiaga Uno
Sandiaga Uno. (Foto: detikcom)
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno membatalkan keberangkatannya ke Amerika Serikat (AS) untuk mempromosikan kuliner Indonesia. Sandiaga menugaskan putrinya untuk membantu tim Kemenparekraf.

Hal itu disampaikan Sandiaga melalui akun instagramnya @sandiuno. Sandiaga seharusnya terbang ke AS pada Selasa (20/7) untuk hadir di agenda 'Spice of The World'.

"Seharusnya besok lusa saya berangkat ke Amerika, melaksanakan tugas untuk menghadiri agenda 'Spice of The World' yang bertujuan untuk mempromosikan kuliner Indonesia, MEMBUKA PELUANG USAHA untuk UMKM kuliner kita ke level dunia," tulis Sandiaga, dilihat, Minggu (18/7/2021).

"Namun saya memutuskan untuk tidak berangkat, mengingat saat ini di dalam negeri masih dalam situasi pandemi dan PPKM, di mana banyak masyarakat yang membutuhkan sentuhan langsung berupa dukungan dan bantuan," lanjut Sandiaga.

Sandiaga kemudian menugaskan anak keduanya Amyra Atheefa Uno untuk memandu delegasi dari Indonesia yang berangkat ke Amerika. Dia mengatakan ingin putri keduanya itu membantu tim Kemenparekraf mengoptimalkan event tersebut.

"Saya ingin Amyra ikut serta membantu team @kemenparekraf.ri untuk mengoptimalkan event ini, mempromosikan potensi ekonomi kreatif serta pariwisata Indonesia," kata Sandiaga.

Dia juga berharap WNI di Amerika bisa ikut serta dalam event tersebut. Hal itu agar ajang promosi kuliner Indonesia bisa optimal di negeri Paman Sam.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi arahan terbaru kepada jajaran menterinya. Para menteri selain Menteri Luar Negeri (Menlu) dilarang ke luar negeri saat PPKM darurat.

Sekretaris Kabinet Pramonon Anung menyampaikan arahan yang diucapkan Presiden Jokowi itu. Jokowi juga meminta jajarannya di kabinet memiliki rasa kepekaan sosial dalam suasana pandemi ini.

"Presiden telah menegaskan bahwa dalam PPKM darurat ini tentunya sense of crisis seluruh kementerian/lembaga, para pemimpin itu harus ada," kata Pramono di Istana Negara, Jumat (16/7).

(idn/imk)