Kapolda Metro: Apa Kami Pernah Larang Berjualan? Yang Ada Kami Mengatur

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 16:12 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat jumpa pers penangkapan terduga teroris di Jakarta dan Bekasi, Senin (29/3/2021)
Kapolda Metro Jaya (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Irman memastikan jajarannya akan bersikap santun dalam menegakkan aturan PPKM Darurat terhadap pedagang maupun warga. Hal ini untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memerintahkan aparat menghindari kekerasan dalam bertindak.

"Jakarta tidak hanya harus sehat, tapi Jakarta harus selalu aman dan sejuk. Itu yang kami sampaikan. Arahan bapak presiden setiap hari akan kami ingatkan kepada anggota untuk bersikap santun namun tetap menegakkan hukum," kata Fadil usai Rapat Evaluasi PPKM Darurat di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (18/7/2021).

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran juga menegaskan sejak awal aparat tidak pernah melarang para pedagang berjualan, melainkan hanya mengatur para pedagang untuk tertib dan mematuhi kebijakan yang berlalu.

Sedangkan untuk penyekatan di wilayah perkampungan, sebutnya, akan dierapkan pendekatan komunitas komunal.

"Anda malam hari coba keliling ke pelosok-pelosok, di Cengkareng, di Kemayoran, di Penggilingan, di Cakung, di Bangka. Apakah kami pernah melarang mereka berjualan? Yang terjadi adalah kami mengatur," ujarnya.

"Kedua, penyekatan di kampung-kampung kita tidak menggunakan konsep struktural, kita menggunakan konsep community partnership. Pendekatan communal community," sambungnya.

Fadil menilai penindakan secara sopan dan santun perlu dilakukan demi menghindari gesekan di masyarakat. Dia pun mengapresiasi para petugas yang menjamin situasi di Jakarta berjalan kondusif.

"Alhamdulillah sampai hari ini di Jakarta tidak ada gesekan yang terjadi. Saya mengucapkan terima kasih kepada segenap elemen masyarakat Jakarta dan juga menyampaikan apresiasi kepada petugas Satpol PP, Polres, Kodim yang melaksanakan operasi kemanusiaan sehingga situasi tetap kondusif," ucapnya.

Sebelumnya, Jokowi meminta cara-cara penegakan aturan saat PPKM darurat dilakukan dengan lebih baik. Aparat harus bersikap tegas tapi tetap menghindari kekerasan.

"Kemudian, hati-hati dalam menurunkan mobility index mengenai penyekatan dan penanganan terhadap masyarakat, terhadap pedagang, PKL, toko, saya minta kepada Polri dan juga nanti Mendagri, kepada daerah, agar jangan keras dan kasar," kata Jokowi dalam Pengantar Rapat Terbatas Evaluasi PPKM Darurat, yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7/2021).

Jokowi berkaca pada insiden Satpol PP memukul perempuan di Gowa, Sulawesi Selatan. Menurut Jokowi, peristiwa tersebut justru memanaskan suasana.

"Saya kira peristiwa-peristiwa yang ada di Sulawesi Selatan, misalnya, Satpol PP memukul pemilik warung, apalagi ibu-ibu, ini untuk rakyat menjadi memanaskan suasana," kata Jokowi.

Simak juga 'Luhut Minta Maaf Jika PPKM Darurat Belum Optimal':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)