Suara Kelompok Marjinal: Banyak Pekerja Tak Dapat Bansos

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 15:44 WIB
Daftar Bansos 2021
Foto ilustrasi menerima bansos. (Fuad Hasim/detikcom)
Jakarta -

Trade Union Right Center (TURC) melakukan survei terkait bantuan sosial (bansos) pemerintah yang disalurkan ke masyarakat saat PPKM Darurat. Hasil survei menyebutkan banyak pekerja di beberapa daerah tidak mendapatkan bansos.

TURC mengatakan survei ini dilakukan bekerja sama dengan Homenet Indonesia, yaitu jaringan pekerja rumah di Indonesia. TURC mengumpulkan data bekerja sama dengan 10 daerah di Indonesia. Namun, mereka tidak menjelaskan tentang metode survei dilakukan dan berapa responden yang diteliti.

"Ada kesulitan untuk mendapat program bansos pemerintah. Melalui survei kami, ada sekitar 94% dari responden belum mendapat bansos," kata perwakilan dari TURC Indri Mahardika dalam Konferensi Pers Suara Kelompok Marjinal Terhimpit Pandemi, Minggu (18/7/2021).

Melalui survei itu, dia menyebut pekerja rumahan cenderung tidak mendapat akses. Bahkan, beberapa dari mereka sudah mengajukan tapi tidak masuk kriteria.

"Alasan responden belum mendapat bansos ini cukup macam-macam. Ada yang tidak tahu bagaimana mendapatkannya, tidak terdaftar, dan banyak juga yang mengajukan tapi tidak mendapatkan akses, tidak termasuk kriteria," lanjutnya.

Padahal, sambung Indri, sejak PPKM darurat diberlakukan, mayoritas pekerja rumahan ikut terimbas. Hal itu dibuktikan dengan merosotnya pendapatan.

Mengacu pada hasil survei internal, 96% dari ibu-ibu pekerja rumahan mengalami penurunan pendapatan. Sementara sebelum PPKM darurat pendapatan mereka berkisar Rp 1-1,5 juta per bulan, kini hanya Rp 500.000

"Paling banyak Rp 500.000-1.000.000. Ini menyedihkan karena hampir semua penghasilan utama dari ibu-ibu ini adalah untuk keluarganya," tuturnya.

Hal senada dilayangkan co-founder Yayasan Peduli Sindroma Down Indonesia (YAPESDI) Dewi Tjakrawinata. Ia menyebut sampai saat ini program pemerintah dalam memberikan bantuan tidak sampai ke tangan masyarakat. Menurutnya, saat ini masyarakat bawah masih sulit mengakses bantuan.

"Omong kosong bantuan-bantuan sosial, bantuan sosial itu tidak nyampai. Yang miskin tetap dikebelakangkan," kata dia.

Sebagaimana diketahui, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) pada masa PPKM darurat. Disebutkan, pemerintah tidak ingin ada rakyat yang kelaparan.

"Tidak boleh ada rakyat sampai kelaparan. Saya ulangi, tidak boleh ada rakyat sampai kelaparan. Itu perintah dan kami laksanakan," kata Luhut dalam konferensi pers, Kamis (15/7).

Simak juga 'Mensos Risma Beberkan Sejumlah Kendala Penyaluran Bansos':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)