Survei LSI: 36% Responden Tak Mau Divaksinasi Corona

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 15:24 WIB
Jakarta -

Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei nasional mengenai sikap publik terhadap vaksin dan program vaksin pemerintah. Hasilnya, mayoritas responden percaya dan bersedia divaksinasi. Namun, masih ada pula yang menolak divaksinasi.

Survei ini menggunakan metode simple random sampling. Ada 1.200 responden yang dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan LSI pada rentang Maret 2018-Juni 2021. Toleransi kesalahan toleransi atau margin of error survei ini sekitar ± 2,88% pada tingkat kepercayaan 95%.

Sikap terhadap Program Vaksin

Dalam survei mengenai sikap terhadap program vaksin pemerintah, mayoritas responden setuju. Responden ditanya 'Seberapa setuju atau tidak setuju Ibu/Bapak terhadap program vaksin COVID-19 untuk masyarakat?'. Hasilnya, 84,9 persen setuju dengan program vaksin.

Berikut ini hasil lengkapnya:

Sangat setuju: 17,9 persen
Setuju: 67,0 persen
Tidak setuju: 10,1 persen
Sangat tidak setuju: 0,6 persen
TT/TJ: 4,4 persen

Percaya Vaksin Cegah Penularan

Mayoritas responden juga percaya vaksin mampu mencegah penularan virus Corona. Ada 68,6 persen responden yang menjawab percaya saat ditanya 'apakah Ibu/Bapak percaya atau tidak percaya, bahwa vaksin Corona dapat mencegah kita tertular virus Corona?'.

Berikut ini hasil lengkapnya:

Percaya: 68,6 persen
Tidak percaya: 23,5 persen
TT/TJ: 7,9 persen

Bersedia Divaksin

Mayoritas responden dalam survei ini juga bersedia divaksinasi. Namun, ada 36,4 persen yang tidak bersedia dari 82,6 persen responden yang belum divaksinasi.

Berikut ini hasil lengkapnya:

Apakah Ibu/Bapak sudah divaksinasi Corona?

Sudah 2 dosis: 7,5 persen
Sudah, tetapi baru 1 dosis: 9,9 persen
Belum divaksin: 82,6 persen

Jika belum divaksin, apakah Ibu/Bapak bersedia atau tidak bersedia untuk divaksinasi Corona?

Ya, bersedia: 63,6 persen
Tidak bersedia: 36,4 persen

Mayoritas responden tidak bersedia divaksin lantaran takut akan efek sampingnya. Selain itu, ada yang mengira vaksin tidak efektif. Berikut ini hasilnya:

Saya takut efek samping vaksin COVID-19 (tidak aman): 55,5 persen
Saya kira vaksin itu tidak efektif: 25,4 persen
Saya rasa saya tidak membutuhkannya (badan sehat): 19 persen
Vaksin mungkin tidak halal: 9,9 persen
Saya tidak mau membayar untuk mendapat vaksin: 8,7 persen
Kalau sudah banyak orang divaksin, saya tak perlu divaksin (ada
herd immunity): 4,1 persen
Vaksin hanya akal-akalan perusahaan farmasi untuk mencari untung: 3,8 persen
Lainnya: 9,3 persen
TT/TJ: 1,8 persen

(mae/imk)