Idul Adha, Masyarakat Diminta Silaturahmi Virtual-Batasi Interaksi

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 21:40 WIB
Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 mengeluarkan surat edaran Satgas terkait pembatasan aktivitas masyarakat selama libur hari raya Idul Adha 1442 H. Dalam surat edaran salah satunya mengatur masyarakat diimbau tidak menerima tamu dari luar daerah dan masyarakat diimbau bersilaturahmi virtual.

"Tradisi silaturahmi dapat dilakukan secara virtual untuk mengurangi penularan baik dari kerabat jauh maupun dekat," kata Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito, dalam keterangannya yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7/2021).

Satgas menjelaskan terkait pembatasan silaturahmi masyarakat, pertama seluruh masyarakat diimbau silaturahmi virtual. Selain itu posko desa atau kelurahan yang telah terbentuk akan dioptimalkan fungsinya untuk menegakkan imbauan di lapangan dengan sanksi yang berlaku.

Dalam slide yang dipaparkan Wiku tertulis Posko Desa/Kelurahan dan anggota RT/RW membatasi wilayahnya dengan:
1. Tidak menerima tamu dari luar daerahnya
2. Membatasi agar warganya tidak berinteraksi dengan kerabat lain yang bukan satu rumah.

"Posko desa atau kelurahan yang terbentuk akan dioptimalisasi fungsinya untuk menegakkan imbauan di lapangan dengan sanksi yang berlaku," ujar Wiku.

Lebih lanjut tempat wisata ditutup di seluruh wilayah Jawa-Bali dan daerah yang melaksanakan PPKM diperketat karena berpotensi terjadinya kerumunan. Sementara tempat wisata yang tidak termaksud dalam wilayah PPKM darurat dan PPKM diperketat dapat tetap beroperasi dengan kapasitas maksimal 25% dengan protokol kesehatan yang ketat.

Idul Adha, Masyarakat Diminta Silaturahmi Virtual-Batasi InteraksiIdul Adha, Masyarakat Diminta Silaturahmi Virtual-Batasi Interaksi Foto: Dok. Istimewa

Kemudian Wiku menyampaikan kegiatan peribadatan atau keagamaan di daerah yang menerapkan PPKM darurat, PPKM mikro diperketat, dan wilayah yang non PPKM darurat namun ber zona merah dan oranye ditiadakan sementara dan dikerjakan di rumah masing-masing.

"Sedangkan untuk daerah lainnya yang tidak termasuk dalam cakupan tersebut maka dapat melakukan kegiatan beribadah berjamaah dengan syarat kapasitas maksimal di dalam rumah ibadah 30 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat," ungkapnya.

Adapun surat edaran Satgas COVID-19 ini akan berlaku sejak tanggal 18-25 Juli 2021. Diketahui hari raya Idul Adha akan jatuh pada 20 Juli mendatang, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan mudik lebaran Idul Adha akibat lonjakan kasus COVID-19.

"Kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk menjaga diri dan membatasi kegiatan sangat penting dalam mencegah penyebaran COVID-19, terlebih dengan adanya varian Delta," kata Yaqut dalam keterangannya, Jumat (16/7/2021).

"Kami minta masyarakat bersabar dan tidak mudik Idul Adha tahun ini. Lindungi diri, keluarga dan orang di sekitar kita dari bahaya virus COVID-19," tuturnya.

(yld/idh)