Satgas Minta Anak Usia di Bawah 18 Tahun Tak Lakukan Perjalanan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 21:33 WIB
Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengatakan tingkat penularan COVID-19 di tingkat keluarga dan komunitas saat ini cukup tinggi. Satgas meminta masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dan menghindari melakukan perjalanan jika tidak ada hal mendesak.

"Penularan di tingkat rumah tangga sekarang cukup tinggi, klaster keluarga menjadi banyak sekarang," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers virtual di kanal YouTube BNPB Indonesia, Sabtu (17/7/2021).

"Jadi kalau satu orang kena akhirnya kena yang lain dan biasanya di dalam rumahnya ada yang usia tua, usia lanjut dan akhirnya tertular karena biasanya komorbid dan (akibatnya-red) fatal," sambungnya.

Wiku menyebut hal itu harus dihindari. Terkait adanya libur Idul Adha, dia meminta masyarakat agar melakukan silaturahmi secara virtual. Ini semata-mata agar jangan sampai terjadi penularan.

"Selain itu juga rekomendasi dari para pakar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tadi sudah disampaikan bahwa untuk anak-anak terutama yang berusia di bawah 18 tahun mohon untuk tidak melakukan perjalanan ini dalam rangka untuk melindungi kesehatan dari anak-anak tersebut," jelasnya.

Wiku menyebut pemberlakuan PPKM darurat membuat mobilitas masyarakat menurun. Namun demikian, kasus COVID-19 sendiri masih belum turun. Ini menunjukkan penularannya masih ada di tingkat keluarga atau komunitas.

"Maka dari itu pengetatan yang dilakukan dalam libur Idul Adha ini betul-betul dilakukan untuk menghindari terjadinya penularan di tingkat rumah tangga, di komunitas, maka dari itu pembatasannya diperketat," ujarnya.

"Kalau dengan 2 ini kita berhasil, harusnya kasusnya bisa turun," sambung Wiku.

(hri/haf)