Bisa Jadi Ada Oknum Astra Terlibat Penipuan Honda
Jumat, 24 Mar 2006 07:51 WIB
Pekanbaru -
Praktek penipuan proses jual beli sepeda motor merek Honda yang dilakukanDaniel A, oknum PNS Pemko Pekanbaru, sungguh meresahkan warga. Sepeda motor yang dibeli kontan dari Daniel ternyata masuk dalam daftar kredit di FIF, perusahaan leasing grup PT Astra International.Mulusnya aksi penipuan ini, disebut-sebut karena Daniel bekerja sama denganoknum-oknum di grup PT Astra. Tudingan seperti ini pun tidak ditampik Kepala Cabang FIF Pekanbaru, Marlon PP Sibuea.Kepada detikcom di ruang kerjanya, Jl Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Kamis (23/3/2006), Daniel mengatakan, pihaknya juga sudah menerima laporan dari kaki tangan Daniel tentang aksi penipuan tersebut.Namun perusahaan ini membantah bila praktek penipuan Daniel itu mendapat dukungan dari FIF. Pihaknya sama sekali tidak pernah bersentuhan langsung dengan Daniel. Sebab, Daniel dalam prakteknya juga menebar broker-broker di lapangan. Pihak FIF selama ini melayani proses kredit sepeda motor langsung pada konsumen."Sekarang timbul persoalan, sebagian konsumen mengaku membeli kontan pada Daniel cs. Tapi bukti yang ada di perusahaan kami, orang-orang yang disebut membeli kontan tadi justru menandatangani kontrak kredit minimal 9 bulan pada FIF," kata Marlon.Menjawab apakah mulusnya penipuan Daniel ini melibatkan oknum FIF, Marlon mengatakan, hal itu bisa terjadi bisa juga tidak. Namun demikian, kini beberapa staf FIF tengah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Hal itu juga terkait adanya laporan kosumen Daniel ke polisi yang telah membeli sepeda motor kontan ternyata masuk dalam daftar kredit di FIF. "Staf saya saat ini ada yang dimintai keterangan oleh polisi soal kasus Daniel tadi. Namun semuanya itu diserahkan pada pihak kepolisian dalam mengusut kasus penipuan ini. Tapi kami selaku perusahaan sama sekali tidak pernah melibatkan diri dalam kelompok Daniel," jelas Marlon.Marlon juga tidak habis pikir melihat korban-korban penipuan Daniel tadi. Sebab, katanya, dalam proses kredit di FIF, tentulah korban Daniel harus menandatangani kontrak kredit yang disodorkan pihak FIF. "Ini kan aneh, FIF adalah perusahaan penyalur kredit, bukan jual beli Honda dengan cash. Tapi mengapa korban-korban Daniel ini tidak melihat proses jual beli sepeda motor itu sendiri. Sedangkan kami ini sepanjang permohonan kredit itu sudah sesuai dengan prosedur, tentulah kami kabulkan," urai Marlon.Sementara itu, Kepala Main Dealer Honda Wilayah Riau, Johan, mengatakan pihaknya juga sudah mengetahui tentang aksi penipuan yang dilakukan Daniel cs. Menjawab tentang salah satu konsmen Daniel melakukan transksi di gedung PT Astra International Tbk-Honda di Jalan Tuangku Tambusai, Johan mengaku tidak mengetahui secara pasti."Setahu saya, kelompok Daniel ini bermain di luar dealer. Kalau ada yang transaksi jual beli Honda di kantor Astra sendiri, saya malah baru dapat kabar ini dari Anda," katanya saat dihubungi detikcom. Namun demikian, Johan akan melukan kroscek ke kantor PT Astra terkait transaksi jual beli di kantor tersebut.
(ahm/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
