Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Tewas Banjir Jerman

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 16:58 WIB
A damaged car by the floods stands in a street in the town of Ahrweiler-Bad Neuenahr, western Germany, on July 15, 2021. - German authorities said late July 15, 2021 that at least 58 people had likely died in massive storms and flooding in the countrys west, an increase on the earlier toll of 45 dead. (Photo by Christof STACHE / AFP)
Dampak banjir di Jerman (Foto: AFP/CHRISTOF STACHE)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tewas akibat banjir di Jerman. Meski demikian, ada sejumlah WNI yang mengungsi.

"Terkait banjir di Jerman, sampai 17 Juli 2021 08.00 CET, dilaporkan 133 orang meninggal dunia. Tidak ada laporan korban jiwa WNI," ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha saat dimintai konfirmasi, Sabtu (17/7/2021).

KJRI Frankfurt, kata Judha, telah berkomunikasi dengan lima orang WNI yang sedang magang di Bad-Neuenahr. Kelima WNI yang sedang magang itu dalam keadaan selamat.

Judha juga menyebut ada 11 keluarga WNI yang sedang mengungsi akibat banjir besar di Jerman. Mereka tersebar di Bad Neuenahr-Ahrweiler, Erftstadt (Köln), dan Bad Bidendorf (Sinzig).

"KJRI Frankfurt telah menjalin komunikasi dengan lima WNI yang sedang ausbildung (magang) di Bad-Neuenahr. Kondisi mereka dalam keadaan selamat," tuturnya.

"KJRI Frankfurt juga telah menghubungi keluarga WNI yang menetap di wilayah terdampak. Total terdapat 11 keluarga WNI terdampak banjir yang berada di Bad Neuenahr-Ahrweiler, Erftstadt (Köln), dan Bad Bidendorf (Sinzig)," lanjut Judha.

Judha menjamin seluruh WNI yang terdampak banjir memiliki logistik cukup. KJRI Frankfurt bakal memberi bantuan logistik tambahan kepada mereka.

"Saat ini kondisinya baik dan memiliki logistik yang cukup. KJRI Frankfurt pada pagi ini akan mengantarkan bantuan logistik bagi WNI di wilayah terdampak," ucapnya.

Sebelumnya, 93 orang dinyatakan tewas akibat banjir besar yang menerjang wilayah Eropa, terutama Jerman dan Belgia. Kebanyakan korban tewas berasal dari Jerman.

Seperti dilansir AFP, Jumat (16/7), petugas penyelamat masih melakukan pencarian terhadap lebih dari 1.000 orang lainnya yang dilaporkan hilang.

"Saya khawatir kita baru bisa mengetahui dampak seluruhnya dari bencana ini dalam beberapa hari ke depan," ucap Kanselir Jerman Angela Merkel dalam pernyataan dari Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada Kamis (15/7) tengah malam. Merkel berada di AS untuk bertemu Presiden Joe Biden.

Media terkemuka Jerman, Bild, menyebut aliran banjir besar itu dijuluki 'banjir kematian' karena menerjang area permukiman tanpa disadari oleh warga dan memicu kehancuran besar.

Otoritas wilayah Rhineland-Palatinate di Jerman menuturkan sedikitnya 50 orang meninggal di wilayah mereka. Total korban jiwa akibat banjir di Jerman sejauh ini mencapai sedikitnya 81 orang.

Di Belgia, negara tetangga Jerman, sedikitnya 12 orang dipastikan tewas akibat terjangan banjir. Lebih dari 21 ribu orang di wilayah Wallonia tidak mendapatkan aliran listrik. Luksemburg dan Jerman juga ikut terdampak banjir, dengan ribuan orang dievakuasi dari Kota Maastricht.

Namun jumlah korban tewas paling banyak ada di Jerman, dan diperkirakan akan bertambah karena sejumlah besar orang dilaporkan masih hilang di North Rhine-Westphalia dan Rhineland-Palatinate.

(haf/haf)