ADVERTISEMENT

Jokowi Minta Vaksin Jangan Distok, Segera Kirim dan Habiskan!

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 16:56 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres)
Presiden Jokowi (Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta 137 juta dosis vaksin COVID-19 yang sudah diterima Indonesia segera dihabiskan. Pemerintah provinsi dan jajarannya hingga ke puskesmas diminta tak menyimpan vaksin sebagai stok.

"(Vaksin COVID-19) yang sudah masuk ke negara kita sudah 137 juta (dosis), padahal yang sudah disuntikkan dengan vaksinasi kurang-lebih 54 juta (orang). Artinya, stok yang ada, baik mungkin di Bio Farma maupun di Kementerian Kesehatan, atau mungkin di provinsi, di kabupaten, di kota, di rumah sakit, di puskesmas-puskesmas terlalu besar," kata Jokowi.

Hal itu disampaikan dia dalam Ratas Penanganan Pandemi COVID-19 (Evaluasi PPKM Darurat) di Istana Merdeka, Jumat (16/7/2021). Kegiatan itu disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden sore ini, Sabtu (17/7).

"Oleh sebab itu, saya minta Pak Menkes untuk disampaikan sampai organisasi terbawah, tidak ada stok untuk vaksin. Artinya (vaksin yang) dikirim-langsung habiskan, kirim-habiskan, kirim-habiskan," tegas Jokowi.

Jokowi yakin target pemberian 5 juta dosis COVID-19 kepada masyarakat dapat terwujud. Dia berkaca dari pencapaian target pemberian 2 juta dosis vaksin kepada masyarakat kemarin.

"Karena kita ingin mengejar vaksinasi ini secepat-cepatnya. Dan terbukti dua atau tiga hari yang lalu kita sehari bisa menyuntikkan 2,3 juta dosis. Saya yakin 5 juta itu bisa. Sekali lagi, tidak usah ada stok. Stoknya itu yang ada di Bio Farma," perintah Jokowi.

"Yang lain cepat habisin, cepat habisin, sehingga ada kecepatan. Karena kunci, salah satu kunci kita menyelesaikan masalah ini adalah kecepatan vaksinasi. Ini sesuai yang disampaikan Dirjen WHO," tutur dia.

Simak arahan lengkap Presiden Jokowi terkait vaksinasi di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT