Mau Nonton Bola Tanpa Masker Kayak di Eropa? Masyarakat Diminta Vaksin

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 15:10 WIB
LONDON, ENGLAND - JULY 07: A fan of England celebrates their sides second goal scored by Harry Kane of England (not pictured) during the UEFA Euro 2020 Championship Semi-final match between England and Denmark at Wembley Stadium on July 07, 2021 in London, England. (Photo by Carl Recine - Pool/Getty Images)
Foto: Getty Images/Carl Recine - Pool
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid prihatin dengan tingginya angka penularan COVID-19 di masyarakat. Berdasarkan data yang ada, hingga hari ini angka kasus harian COVID-19 di Indonesia mencapai 54.000 kasus. Sedangkan, pada Jumat (16/7) terdapat 2.780.803 kasus infeksi COVID-19 di Indonesia.

Melihat hal ini, Jazilul berharap penularan COVID-19 dapat segera terkendali dan teratasi.

"Mudah-mudahan wabah ini segera tertangani sehingga masyarakat hidupnya kembali tenang dan normal," ujar Jazilul dalam keterangannya, Sabtu (17/7/2021).

Lebih lanjut pria asal Pulau Bawean ini menyampaikan diperlukan keseriusan dari semua pihak untuk menerapkan aturan yang ada, termasuk PPKM Darurat Jawa-Bali. Adapun hal ini bertujuan untuk memutus rantai penularan sehingga pandemi COVID-19 dapat terkendali.

"Mari kita patuhi PPKM Darurat ini. Kebijakan itu untuk kepentingan bersama," tegasnya.

Selama PPKM Darurat, politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menyebut masyarakat perlu disiplin menerapkan 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

"Namun dalam pelaksanaan PPKM Darurat ini lebih tegas," ungkapnya.

Untuk itu, ia menyarankan agar masyarakat tetap di rumah bila tidak memiliki keperluan yang penting atau urgent.

"Toh kalau kita keluar rumah pun tidak bisa kemana-mana sebab, pemerintah dan aparat terkait melakukan penyekatan di jalan-jalan," tuturnya.

"Bila ngeyel nanti bisa dikenai sanksi oleh aparat terkait," imbuhnya.


Tak hanya itu, Jazilul juga mengajak masyarakat yang belum vaksin untuk segera melakukan vaksinasi. Terlebih, saat ini pemerintah tengah gencar melakukan vaksinasi.

"Vaksin sangat penting sebab ini merupakan upaya perlindungan diri dari dalam," paparnya

"Sekarang pemerintah massif melakukan vaksinasi," tuturnya.

Dikatakan Jazilul, pelaksanaan vaksinasi massif dilakukan di berbagai lokasi seperti puskesmas, gedung olahraga, balai desa, sekolah, tempat ibadah, dan lokasi lainnya.

"Vaksinasi ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah namun juga swasta bahkan oleh partai politik," ujarnya.

Menurutnya, masifnya vaksinasi yang dilakukan oleh banyak pihak menunjukkan vaksin bukan sesuatu yang sulit. "Vaksin sudah tersedia. Bahkan ada target satu hari, satu juta orang divaksin," tambahnya.

Oleh karena itu, ia mendorong agar masyarakat dapat segera melakukan vaksinasi. "Apalagi gratis dan cuma menunjukkan KTP," ujarnya.


Ia menjelaskan vaksinasi merupakan salah satu cara untuk menangkal COVID-19 dan menciptakan herd immunity atau kekebalan massal. Di berbagai negara Eropa, kekebalan massal telah tercipta karena banyaknya masyarakat yang telah divaksin.

"Sehingga mereka bisa keluar rumah bahkan menonton sepakbola di stadion," tuturnya.

Dalam proses vaksinasi, Jazilul mengapresiasi para tenaga kesehatan. Pasalnya, mereka tak hanya berjuang mengobati pasien COVID19, namun juga melindungi masyarakat di tengah pandemi.

"Para tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam mengobati dan melindungi masyarakat dari COVID-19," pungkasnya.

(mul/ega)